Media Tani

Entries from September 2007

Wabah Kanigoro Akibat Pestisida

September 26, 2007 · Leave a Comment

Sumber: Republika

SEMARANG — Penyebab kematian misterius sembilan warga Dusun Beran, Pete, dan Andong, Desa Kanigoro, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, dipastikan karena keracunan pestisida. Hal ini ditegaskan oleh Wakil Gubernur (Wagub) Jateng, Ali Mufiz MPA, di Semarang, Selasa (25/9).

Menurut Wagub, Hasil uji Laborat Kesehatan (Labkes) Yogyakarta, telah menemukan adanya kandungan pestisida yang mengganggu kesehatan korban hingga mengakibatkan kematian.

Saat ini, menurut Wagub, yang paling penting adalah langkah-langkah yang harus dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng. ”Pasalnya, dengan hasil temuan penyebab kematian tersebut sangat erat kaitannya dengan perilaku masyarakat, hususnya para petani di wilayah Kanigoro,” ujarnya.

Sebelumnya, kasus meninggalnya warga tiga dusun di Desa Kanigoro ini sempat simpang siur. Akibatnya warga kian cemas karena belum diketahui penyebabnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jateng, Hartanto, juga mengakui jika Menteri Kesehatan telah menyampaikan tempe gembus yang menjadi penyebab. Namun diakuinya, pernyataan Menkes merupakan keputusan yang belum devinitif. Setelah diteliti pihak Dinkes, baru tiga kemungkinan yang menyebabkan terjadinya wabah ini. Selain tempe gembus, logam berat, dan pestisida menjadi penyebabnya. Namun dari tiga kemungkinan ini, yang paling kuat ditemukan oleh kepala Labolatorium Kesehatan Yogyakarta adalah pestisida.

(more…)

Categories: Kesehatan · Lingkungan · Sosial
Tagged: ,

Bali agar Dikembangkan Pertanian Organik

September 25, 2007 · 4 Comments

Denpasar, 25 September 2007

Pertanian organik penting dikembangkan agar pertiwi atau tanah Bali terhindar dari kerusakan akibat penggunaan zat-zat kimia. Alam Bali relatif kecil, apa pun aktivitas yang dilakukan mesti mampu menekan seminimal mungkin kerusakan lingkungan. ”Termasuk dalam aktivitas bertani. Agar alam tidak tercemar zat-zat kimia, sudah saatnya masyarakat mengembangkan pertanian organik,” kata Kepala Lab Bio Pestisida Fakultas Pertanian Unud Prof. Dr. Ir. Dewa Ngurah Suprapta, Senin (24/9) kemarin.

Dikatakan, produk pertanian organik akan aman dikonsumsi, di samping kandungan gizinya cukup bagus. ”Luas areal pertanian di Bali relatif sempit. Jika kita bersaing secara kuantitas, tentu tidak akan berdaya. Karena itu kita mesti bersaing secara kualitas. Produk pertanian organik mampu memenuhi sisi kualitas — yang di dalamnya menyangkut kandungan gizi dan tidak membahayakan kesehatan,” kata Direktur Program Pascasarjana Unud yang peraih penghargaan Kalpataru ini. Jika dalam praktiknya masyarakat tetap menggunakan pupuk dan pestisida kimia, akan berdampak negatif terhadap lingkungan alam dan juga kesehatan manusia. (more…)

Categories: Kesehatan · Lingkungan
Tagged: , ,