Media Tani

Entries from December 2007

Pemanasan Global Setelah Konferensi Bali

December 22, 2007 · 2 Comments

Sumber Sinar Harapan | Sabtu, 22 Desember  2007

Pengantar:
DR Rizaldi Boer. Dia merupakan sarjana bidang agroclimatology dari Institut Pertanian Bogor dan meraih gelar Doktor dari University of Sydney dalam bidang agriculture dengan fokus pada analisa risiko iklim yang akan datang pada pertanian.

Dari hasil konferensi Bali kemarin, apa pengaruhnya terhadap pertanian?
Konferensi Bali dan berbagai organisasi dunia, baik lembaga swadaya masyarakat (Non Government Organization – NGO) maupun lembaga pemerintah, sudah mengakui dampak perubahan iklim terhadap berbagai sektor sangat signifikan, khususnya di sektor pertanian. Jika frekuensi intensitas bencana akibat pemanasan global makin sering dan tanpa ada upaya-upaya adaptasi maka kegagalan panen akan makin sering terjadi dan pada akhirnya berdampak pada ketahanan pangan nasional.

Seberapa besar pengaruh global warming terhadap bencana itu?
Kalau dampak dari pemanasan global adalah produktivitas tanaman pangan menurun. Dengan suhu udara meningkat tentu akan berakibat peningkatan respirasi sehingga mengambil sebagian besar hasil fotosintesis. Berdasarkan kajian yang kita lakukan dan dari modelling-modelling yang dilakukan berkaitan dengan simulasi dampak pemanasan global, penurunan produktivitas berkisar 10-30% per ton per hektar tergantung dari lokasi dan kondisi tanah. Jadi itu cukup signifikan.

(more…)

Categories: Lingkungan
Tagged: , , ,

Mengusir Burung dengan Ekstrak Buah Serut

December 7, 2007 · 15 Comments

Sumber Kompas

Bisa dikatakan tidak ada yang paling memusingkan para petani di Nusa Tenggara Barat selain burung pipit, gelatik, dan kecial, terutama ketika tanaman padi yang mereka rawat tengah masak susuk. Tanaman padi yang tengah berbulir itu menjadi santapan paling lezat dan gampang didapat oleh kawanan unggas tersebut.

Pada masa menjelang panen padi itu, petani biasanya menggunakan bunyi-bunyian dan boneka yang digantung di tengah sawah guna mengusir “hama” kawanan burung pengganggu hasil kerja mereka. Namun, cara “tradisional” itu agaknya kurang jitu karena burung-burung kembali datang dan melahap butiran padi yang siap panen.

Rahma (41) mengamati hal itu selama bertahun-tahun. Dia lalu tergerak mencoba membuat sesuatu untuk mengusir dan membuat jera kawanan burung yang memakan bulir padi mereka. Perempuan yang bekerja sebagai petugas pengamat hama dan penyakit pada Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), itu berusaha menemukan strategi untuk menghalau unggas.

(more…)

Categories: Kesehatan · Lingkungan
Tagged: