Media Tani

Entries from January 2008

Farmers benefit by going organic

January 31, 2008 · Leave a Comment

Sumber The Jakarta Post

Features – January 31, 2008

Smiling and talking casually despite the strong aroma of cow urine coming from the bucket in front of him, Ketut Wiantara looked very happy as though he was rich with treasures.

The urine was his real treasure though, for later it would be mixed with water to create organic fertilizer and pesticides.

Farmers in Pancasari village, Sukasada district in Buleleng regency, around 60 kilometers north of Denpasar, used to use chemical fertilizers and pesticides for farming, which inevitably caused them losses.

(more…)

Categories: Kesehatan · Produksi
Tagged:

Ubud organic market needs more space

January 31, 2008 · 1 Comment

Sumber The Jakarta Post

Features – January 31, 2008

Anton Muhajir, Contributor, Denpasar

The front yard of Pizza Bagus in Pengosekan, Ubud, was bustling with activity one recent morning.

Vendors had transformed the cramped yard into Ubud’s first organic market. Buyers carefully scoured piles of various organic food products, from fruits and vegetables to bread, honey, and ice cream.

Dutch national Edith van Walsum, a mother of two children, said shopping the organic market was quite exciting.

(more…)

Categories: Advokasi · Ekonomi · Kesehatan · Lingkungan · NGO · Produksi
Tagged: ,

Uni Eropa: Aturan Baru Untuk Pengembangan Pertanian Organik

January 17, 2008 · Leave a Comment

Sumber Biocert

Para menteri pertanian Uni Eropa mencapai kesepakatan mengenai aturan baru produksi dan pelabelan organik pada tanggal 12 Juni 2007 di Brussel Belgia.

Aturan baru ini mengatur tujuan, prinsip dan aturan umum mengenai produksi organik termasuk juta mengenai aturan impor dan sistem pengawasannya.

Selain itu, aturan ini juga mewajibkan pelabelan organik Uni Eropa bagi produk organik dipasarkan di Uni Eropa, namun produk tersebut dapat menyertakan label logo organik nasional atau swasta.

(more…)

Categories: Ekonomi · Globalisasi
Tagged: ,

Tip Memasuki Pasar Organik Jerman

January 17, 2008 · Leave a Comment

Sumber Biocert

Penjualan produk organik di Eropa di tahun 1998-2003 meningkat menjadi dua kali lipat. Konsumen di Italia, Spanyol, Jerman, Inggris, dan Perancis membelanjakan sekitar 8 milyar Euro untuk produk organik, dimana Jerman merupakan negara dengan belanja terbanyak (40%), dengan total belanja mencapai 4,6 milyar EUR.

Jerman merupakan negara dengan pasar organik kedua terbesar di dunia setelah AS. Diperkirakan, pasar organik Jerman akan terus tumbuh pesat. Selain konsumen produk organik terbesar, Jerman juga merupakan negara pengimpor produk organik terbesar di Eropa (38% produk organik di pasar Jerman berasal dari impor).  Impor buah, rempah-rempah, kopi, kakao, teh dan gula ke Jerman merupakan peluang bagi negara non-Eropa. Tetapi diperlukan kesungguhan untuk memasuki bisnis besar tersebut.

Berikut ini, tips untuk memasuki pasar organik terbesar kedua di dunia tersebut:

(more…)

Categories: Ekonomi
Tagged: ,

Mental Tempe dan Hak-hak Rakyat

January 17, 2008 · Leave a Comment

Sumber Kompas edisi Yogyakarta
Kamis, 17 Januari 2008

Oleh: Thomas Pudjo Widijanto

Tahu-tahu tempe/asale mung saka dele/najan barang sepele/kabeh- kabeh mbutuhake jalaran murah regane/tahu- tahu tempe…. Tahu-tahu tempe/ berasal dari kedelai/biar barang sepele/semua membutuhkan/ karena murah harganya….

Syair tembang karya dalang Ki Nartosabdo itu akrab sekali di telinga orang Jawa sejak awal 1970-an. Lagu itu serasa kurang pas lagi ketika belakangan ini harga tempe tidak lagi murah-setidaknya dalam perhitungan warga miskin-karena langkanya kedelai yang memang merupakan hasil impor.

(more…)

Categories: Ekonomi · Pangan
Tagged:

Kondisi Pertanian Kacau-balau

January 17, 2008 · 2 Comments

Kompas, Kamis, 17 Januari 2008

Krisis Kedelai Bisa Memunculkan Ketidakpercayaan Rakyat kepada Pemerintah

Jakarta, Kompas – Apa yang ditakuti bangsa ini benar-benar terjadi. Harga dan pemenuhan kebutuhan pokok warga yang berbasis pertanian sudah didikte bangsa lain. Ketika harga kedelai di pasar dunia naik, misalnya, Pemerintah Indonesia tak kuasa menahan laju kenaikan harga kedelai di dalam negeri.

Guru besar Sosial Ekonomi Pertanian Universitas Lampung Bustanul Arifin saat dihubungi di Australia, Rabu (16/1), mengungkapkan, ketergantungan pangan bangsa ini sesungguhnya tengah berlangsung.

(more…)

Categories: Ekonomi · Pangan
Tagged: ,

Birokrasi Gagalkan Produksi Beras Dua Juta Ton

January 16, 2008 · Leave a Comment

Sumber Bali Post

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengakui adanya hambatan birokrasi yang menyebabkan tidak terpenuhinya target pertumbuhan produksi beras pada 2007. Akibat hambatan itu dari target pertumbuhan produksi beras 2 juta ton hanya terpenuhi 1,64 juta ton.

”Ini pelajaran berharga yang harus saya jelaskan kepada rakyat. Ada banyak hal tidak tepat waktu, karena ada hambatan di jajaran birokrasi. Dalam penyebaran benih, ada ketakutan bahwa nanti terjadi kekeliruan,” ujar Presiden dalam konferensi pers setelah rapat terbatas terkait ketersediaan pangan di Gedung Departemen Pertanian, Jakarta, Selasa (15/1) kemarin.

Turut hadir dalam rapat itu di antaranya Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Pertanian Anton Apriyantono, Menko Perekonomian Boediono, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dan Kepala Badan Urusan Logistik Mustafa Abubakar.

(more…)

Categories: Produksi
Tagged: ,

Indonesia Cari Negara Pengekspor Kedelai Murah

January 16, 2008 · Leave a Comment

Sumber Bali Post

Pemerintah akan mencari pengekspor kedelai murah, selain Amerika Serikat, untuk mengatasi kenaikan harga yang terjadi saat ini. Setidaknya, hampir 60 persen volume impor kedelai yang masuk ke pasar Indonesia berasal dari Negeri Adidaya itu.

”Kami belum tahu negara mana yang akan menambah pasokan impor kedelai. Bulog akan memberi informasi itu kepada kami,” ujar Menteri Perekonomian Boediono seusai rakortas di Gedung Deptan, Jakarta, Selasa (15/1) kemarin.

Boediono juga mengatakan belum mengetahui berapa besar tambahan pasokan yang akan menstabilkan harga kedelai. Sekitar 2 juta ton per tahun kebutuhan kedelai di Indonesia, kurang dari 1 juta ton merupakan produksi dalam negeri. Saat ini harga kedelai telah bergerak naik sampai kisaran Rp 7.400/kg. Selain akan menambah pasokan impor kedelai, pemerintah juga akan mendorong petani melakukan penanaman kedelai.

(more…)

Categories: Ekonomi · Globalisasi
Tagged:

Dipopulerkan, Penanaman Padi Sebatang

January 16, 2008 · 6 Comments

Sumber Kompas

Padang, Kompas – Metode penanaman padi sebatang akan dipopulerkan di Indonesia, terutama karena pola ini bisa meningkatkan produksi beras. Upaya mengenalkan penanaman padi sebatang ini melibatkan perguruan tinggi dan swasta.

Dari angka ramalan nasional III 2007, produksi gabah kering giling (GKG) tahun 2007 mencapai 57,05 juta ton atau naik 4,8 persen dibandingkan dengan tahun 2006. Hasil produksi GKG tahun 2007 ini masih di bawah target sebesar 58,18 juta ton.

Peneliti metode penanaman padi sebatang atau system of rice intensification (SRI) sekaligus Rektor Universitas Andalas Musliar Kasim mengatakan, upaya penyebarluasan SRI dengan padi organik ke petani selama ini terkendala dana. Karena itu, universitas akan bekerja sama dengan pihak ketiga.

(more…)

Categories: Pangan · Produksi
Tagged: ,

RI fails to reach additional rice production target

January 16, 2008 · Leave a Comment

Source The Jakarta Post

JAKARTA (Antara): President Susilo Bambang Yudhoyono said the country had failed to reach its target of increasing rice production by 2 million tons in 2007.

“We were only able to increase our rice production by 1.64 million tons, short of the targeted of 2 million. There were various impediments including the failure of some provinces to reach targets,” the President told the press Tuesday after a cabinet session at the Agriculture Ministry.

One of the obstacles faced was the fear of making procedural errors which delayed the distribution of seeds to farmers.

“But if the bureaucrats had clear programs and there was no intention to misappropriate the available funds, there was no need for hesitation,” he said. (***)

Categories: Produksi
Tagged: ,