Sumber Biocert
Penjualan produk organik di Eropa di tahun 1998-2003 meningkat menjadi dua kali lipat. Konsumen di Italia, Spanyol, Jerman, Inggris, dan Perancis membelanjakan sekitar 8 milyar Euro untuk produk organik, dimana Jerman merupakan negara dengan belanja terbanyak (40%), dengan total belanja mencapai 4,6 milyar EUR.
Jerman merupakan negara dengan pasar organik kedua terbesar di dunia setelah AS. Diperkirakan, pasar organik Jerman akan terus tumbuh pesat. Selain konsumen produk organik terbesar, Jerman juga merupakan negara pengimpor produk organik terbesar di Eropa (38% produk organik di pasar Jerman berasal dari impor). Impor buah, rempah-rempah, kopi, kakao, teh dan gula ke Jerman merupakan peluang bagi negara non-Eropa. Tetapi diperlukan kesungguhan untuk memasuki bisnis besar tersebut.
Berikut ini, tips untuk memasuki pasar organik terbesar kedua di dunia tersebut:
Pengekspor pertama-tama harus mempunyai gambaran lengkap mengenai pasar Jerman, termasuk jumlah permintaan, harga, strategi pesaing, tren pasar, persyaratan kualitas produk, skema impor serta saluran-saluran distribusi untuk masuk ke pasar.
Selain analisis pasar tersebut, pengekspor juga harus memahami Regulasi Organik Uni Eropa. Pemeriksaan pedoman yang dipakai perusahaan, aspek hukum yang mengatur bahan makanan, pembayaran bea cukai dan pajak produk harus dipersiapkan sebelumnya.
Dalam menyusun strategi pasar, sebelum menghubungi importir, eksporter harus mempersiapkan jawaban atas semua pertanyaan yang akan muncul, dan untuk itu eksporter perlu melibatkan tenaga yang mengetahui situasi pasar. Deskripsi perusahaan, daftar dan spesifikasi produk harus jelas sebelum melakukan kontak.
Selain hal-hal di atas, akan sangat menunjang jika produk dilengkapi dengan dokumen atau sertifikat yang menerangkan kualitas produk seperti sertifikat organik, HACCP, EUREP-GAP, dan hasil analisis laboratorium produk.* (idf)
Sumber: dari berbagai sumber
0 responses so far ↓
There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.