Media Tani

Entries from March 2008

Petani “Pailit” pada Musim Panen

March 31, 2008 · Leave a Comment

Sumber Kompas

Oleh Anita Yossihara

Panen tiba, petani desa, memetik harapan. Bocah-bocah berlari lincah di pematang sawah. Padi menguning lambai menjuntai, ramai dituai. Riuh berlagu lesung bertalu, irama merdu. Senja datang, mereka pulang, membawa harapan.

Penggalan lagu Potret Panen yang diciptakan penyanyi Iwan Fals pada awal dekade 1980-an itu menggambarkan kegembiraan petani, menuai harapan saat panen tiba. Gambaran yang jauh bertolak belakang dengan kondisi petani Banten pada musim panen kali ini.

Sebagian besar petani di Banten tidak lagi bisa menikmati hasil panen. Mereka kini hanyalah petani penggarap. Lahan sawah yang mereka miliki turun-temurun sudah beralih tangan menjadi milik warga perkotaan, seperti Kota Serang, Cilegon, bahkan Jakarta.

(more…)

Categories: Ekonomi
Tagged:

Manfaatkan Momentum Kenaikan Harga Beras

March 25, 2008 · Leave a Comment

Sumber Kompas

Selasa, 25 Maret 2008 | 01:23 WIB

Jakarta, Kompas – Produksi beras yang berlebih saat ini membuat harga beras di dalam negeri cenderung turun. Situasi ini seharusnya dapat dimanfaatkan Indonesia untuk mengekspor beras. Apalagi, saat ini, harga komoditas pangan, termasuk beras, di pasar dunia cenderung terus naik.

Menteri Pertanian Anton Apriyantono menegaskan, meski harga beras di pasar dunia 700 dollar AS per ton, harga gabah lokal justru turun. ”Saya sedang prihatin. Harga gabah jatuh karena produksi berlebih,” kata Anton seusai menutup Agrinex 2008 di Jakarta, Senin (24/3).

Menurut Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia Adi Sasono, jika memang produksi gabah nasional berlebih, Indonesia seharusnya bisa segera mengekspor beras. ”Momentum kenaikan harga beras dunia harus bisa dimanfaatkan oleh Indonesia untuk meningkatkan perekonomian,” ujarnya.

(more…)

Categories: Pangan · Produksi
Tagged: ,

Buruh Penggarap Dominasi Pertanian

March 24, 2008 · Leave a Comment

Sumber Kompas

Minat Menjadi Petani Masih Rendah

Senin, 24 Maret 2008 | 11:38 WIB

Bandung, Kompas – Sekitar 75 persen petani di Jawa Barat adalah buruh penggarap yang tidak memiliki lahan. Hanya 25 persen petani yang memiliki sawah. Adapun petani yang memiliki lahan lebih dari 0,25 hektar sebanyak 5 persen.

Demikian dikatakan Gubernur Jabar Danny Setiawan, Minggu (23/3) di Bandung. Berdasarkan data Dinas Pertanian Tanaman Pangan Jabar tahun 2007, terdapat sekitar 2,27 juta rumah tangga pertanian di Jabar. Provinsi Jabar merupakan daerah agraris dengan indikasi banyaknya masyarakat yang bekerja sebagai petani. Namun, kata Danny, jangan dianggap mereka semua adalah petani pemilik lahan. Pada masa mendatang, penerapan pertanian kolektif akan diupayakan.

(more…)

Categories: Sosial
Tagged:

Besar, Kemungkinan Kekurangan Pangan

March 24, 2008 · Leave a Comment

Sumber Kompas

Senin, 24 Maret 2008 | 01:38 WIB

Brebes, Kompas – Gara- gara produksi padi di sejumlah daerah di Indonesia menurun dan harga beras dunia mahal, kemungkinan terjadi kekurangan pangan di dalam negeri, besar. Produksi padi nasional tidak memadai, sementara impor sulit dilakukan. Untuk mengatasi persoalan itu, pemerintah harus memberi perhatian serius serta menambah alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN untuk peningkatan produksi pertanian.

Anggota Komisi IV DPR, Marjono, mengatakan hal itu saat panen padi di Desa Glonggong, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Sabtu (22/3). Panen dilakukan bersama dengan Kelompok Berkah Tani.

(more…)

Categories: Produksi
Tagged: ,

Harga Pangan Ditunggu Stabil

March 24, 2008 · Leave a Comment

Sumber Kompas

Senin, 24 Maret 2008 | 01:16 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS – Pemerintah memilih untuk tetap membiarkan harga-harga kebutuhan pokok melambung hingga mencapai titik stabil. Sementara itu, pihak yang paling terkena dampaknya akan tetap dilindungi dengan pemberian subsidi.

”Ada alternatif lain, yaitu menyetop kenaikan harga, tidak mengikuti kenaikan harga dunia. Namun, untuk itu diperlukan biaya yang besar secara terus-menerus untuk memberi subsidi,” ujar Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dalam kuliah umum ”Strategi Pemerintah dalam Rangka Stabilisasi Gejolak Harga Komoditas Pangan” di Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, Sabtu (22/3).

Satu-satunya komoditas pangan yang dapat ditekan yaitu beras karena merupakan komoditas pokok. Untuk itu, harga beras kini dikendalikan dengan harga Rp 4.000-Rp 6.000 per kilogram oleh Bulog.

(more…)

Categories: Pangan · Sosial
Tagged:

Beras Dunia Makin Mahal

March 24, 2008 · Leave a Comment

Sumber Kompas

Kebutuhan Diupayakan dari Produksi Lokal

Senin, 24 Maret 2008 | 01:26 WIB

Jakarta, Kompas – Mengantisipasi harga beras di pasar dunia yang terus naik, Perum Bulog akan fokus membeli beras dalam negeri untuk mendukung stabilisasi harga dan ketahanan pangan. Dari kebutuhan 2,8 juta-3 juta ton beras tahun 2008, sebanyak 2,4 juta ton diupayakan dari produksi dalam negeri.

Direktur Utama Perum Bulog Mustafa Abubakar, Minggu (23/3) di Jakarta, mengatakan, berkurangnya suplai beras ekspor dunia di tengah permintaan yang cenderung stabil mengakibatkan harga terdorong naik. Meskipun tersedia di pasar dunia, harga beras akan sangat tinggi.

”Karena itu, kami akan fokus membeli beras dalam negeri untuk mendukung stabilisasi harga dan ketahanan pangan sampai 100 persen,” ujar Mustafa.

(more…)

Categories: Ekonomi
Tagged: ,

Krisis Pangan 2008

March 15, 2008 · 3 Comments

Sumber Kompas

Sabtu, 15 Maret 2008 | 00:31 WIB

Oleh Dwi Andreas Santosa

Dari berbagai kajian beberapa bulan dan minggu-minggu terakhir ini, gejala yang mengarah krisis pangan 2008 semakin menguat. Krisis global yang akan terjadi bukan karena harga minyak bumi yang meroket di atas 100 dollar AS per barrel, melainkan ketersediaan pangan (Financial Post 7/1/2008, Financial Time 14/2/2008, Time-CNN, 27/2/2008).

Pertanyaannya kini bukan lagi apakah akan terjadi, tetapi kapan terjadi? Jawabannya, tahun 2008.

Termasuk Indonesia
Sunday Herald (12/3/2008) menambahkan, krisis pangan itu akan menjadi krisis global terbesar abad ke-21. Krisis pangan akan menimpa 36 negara di dunia, termasuk Indonesia. Akibat stok yang terbatas, harga berbagai komoditas pangan tahun ini akan menembus level yang mengkhawatirkan. Harga jagung akan mencapai rekor tertinggi dalam 11 tahun terakhir, kedelai dalam 35 tahun terakhir, dan gandum sepanjang sejarah (Kompas, 24/1/2007).

(more…)

Categories: Ekonomi · Globalisasi · Pangan
Tagged: ,

Petani Belum Menikmati Hasil

March 14, 2008 · Leave a Comment

Sumber Kompas

Jumat, 14 Maret 2008 | 01:01 WIB

Indramayu, Kompas – Petani kecil dan petani penggarap sampai saat ini belum bisa menikmati hasil panen padi mereka. Keterbatasan kepemilikan sawah dengan luas kurang dari 0,37 hektar per rumah tangga petani serta mahalnya sewa lahan membuat keuntungan yang didapat petani makin sedikit.

”Panen saya kali ini bagus, sekitar 5 ton gabah kering giling (GKG). Tetapi, seperlima dari keuntungan saya harus saya bagi dengan pemilik lahan,” ungkap Tangin (52), petani penggarap warga Widasari, Indramayu, Jawa Barat. Tahun ini, Tangin menyewa lahan milik pemodal besar di Widasari sekitar 0,7 hektar.

Dengan asumsi harga GKG di Indramayu saat ini Rp 2.500 per kilogram, pendapatan kotor bapak empat anak itu sebanyak Rp 12,5 juta. Dipotong sewa lahan seperlima dari panen atau sekitar 1 ton GKG, pendapatan kotor Tangin tinggal Rp 10 juta.

Pendapatan kotor itu masih dipotong biaya produksi meliputi mengolah lahan, bayar buruh cangkul dan tanam, benih, obat-obatan, pupuk, serta biaya transportasi yang mencapai Rp 3,5 juta-Rp 4 juta per bahu. Keuntungan bersih Tangin hanya Rp 6 juta dalam sekali musim panen.

Sepintas keuntungan itu tampak besar, tetapi pada kenyataannya tidak. Pasalnya, lahan sawah yang disewa Tangin hanya bisa ditanami padi dua kali dalam setahun karena air irigasi tidak mampu menjangkau sawahnya.

Karena itu, dia harus menanam palawija seperti jagung atau kedelai pada musim kemarau. Mengingat pasokan air pada musim tanam kedua mulai berkurang, produktivitas juga turun.

(more…)

Categories: Sosial
Tagged:

Irigasi Sempurna, Swasembada Pangan Tercapai

March 12, 2008 · Leave a Comment

Sumber Kompas

Oleh Haryo Damardono dan Hermas E Prabowo

”Saya harus bayar air Rp 170.000 per tiga bulan untuk mengairi sawah. Biaya untuk air sama saja menambah utang. Sebab, petani kecil seperti saya harus mengutang sebelum menanam padi,” kata Maryono (50-an). Sawahnya hanya terletak 10 meter dari tepi Sungai Bengawan Solo, tetapi harus berjuang untuk memperoleh air.

Untuk mendapatkan air, Maryono dan warga Desa Laren, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, masih harus mengoperasikan pompa- pompa berbahan bakar solar. Pompa itu berumur sekitar 20 tahun sehingga lebih banyak mati ketimbang beroperasi.

Mengapa harus dengan pompa? Bagaimana dengan pintu air di Desa Laren? Pintu air itu ternyata tidak dapat difungsikan untuk mengalirkan air ke sawah karena elevasi air di Bengawan Solo lebih rendah daripada ketinggian lahan sawah.

(more…)

Categories: Advokasi · Produksi
Tagged:

Organic Food is More Nutritious

March 11, 2008 · 4 Comments

Sumber Soil Association

More research is being published all the time showing that organic food is more nutritious. Many studies have shown that organic food contains higher levels of vitamins, minerals and other nutrients than non-organic food. Organic food generally contains fewer potential toxins like synthetic pesticides and antibiotics. Studies have also linked GMOs, which are banned from organic food, to adverse health effects. Here you can find about the latest scientific findings about organic food:

A 10-year study comparing organic tomatoes with rival produce suggests they have almost double the amount of antioxidants called flavonoids that protect the heart. According to the findings, levels of quercetin and kaempferol were found to be on average 79 per cent and 97 per cent higher, respectively, in organic tomatoes. Peter Melchett, Soil Association policy director, is quoted in The Times, “We welcome the now rapidly growing body of evidence which shows significant differences between the nutritional composition of organic and non-organic food. As further scientific evidence emerges from new research looking at differences between organic and non-organic food, the Soil Association will be asking the FSA to keep their nutritional advice to consumers under review.” See articles in the Daily Telegraph and The Times, or read the article in the Journal of Agricultural and Food Chemistry.

(more…)

Categories: Kesehatan · Lingkungan
Tagged: