Sumber Kompas | Rabu, 11 Juni 2008 | 03:00 WIB
Agnes Rita Sulistyawaty
Tak ada latar belakang pertanian dalam hidup Jufri Nazaruddin (46). Dorongan untuk perubahanlah yang membuat Jufri bersemangat menjalankan radio komunitas berbasis informasi pertanian sekitar tiga tahun terakhir.
Ketika merintis radio Agro FM 107,7 MHz di Kecamatan IV Angkek, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Jufri sedang mengelola radio pendidikan, Tiramita FM. Namun, keprihatinan melihat kondisi petani di sekitar tempat tinggalnya membuat pria tamatan IAIN Imam Bonjol, Bukittinggi, ini, bersama Forum Komunitas Peduli Petani, menerima tawaran mendirikan Agro FM. Setahun kemudian, ia rela Tiramita FM tutup demi berkonsentrasi pada Agro FM.
Jufri berusaha merealisasikan radio yang akan memberikan informasi tentang pertanian kepada pendengarnya. Dengan dana utama dari kantong sendiri, ditambah sedikit tambahan dari kawan-kawan, ia membeli pemancar bekas Rp 2,5 juta dan sebuah tower sementara.