Media Tani

Petani Tuntut Ganti Rugi Gagal Panen Rp 1,6 Miliar

September 5, 2008 · Leave a Comment

Sumber Kompas | Jumat, 5 September 2008 | 01:10 WIB

Areal percontohan penanaman padi varietas baru Super Toy HL-2 seluas 96,22 hektar di Desa Grabag, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, kini gagal panen. Petani yang kecewa menuntut ganti rugi kegagalan itu kepada investor proyek, PT Sarana Harapan Indopangan, Rp 1.649.472.500.

”Jika dalam seminggu ganti rugi tidak dipenuhi, kami akan berupaya mengajukan tuntutan melalui jalur hukum,” ujar Kepala Desa Grabag Gandung Sumriyadi, Kamis (4/9). Tuntutan ganti rugi sudah dikirim ke PT Sarana Harapan Indopangan (SHI). Ganti rugi dihitung Rp 24.000 per ubin. Satu hektar setara dengan 714,28 ubin.

Sehari sebelumnya, ungkap Gandung, 40 petani yang telah menanam padi varietas Super Toy HL-2 menebas dan membakar seluruh tanaman padi milik mereka yang rusak dan gagal panen seluas ratusan ubin. Upaya itu dilakukan sebagai ungkapan kekesalan dan kekecewaan petani karena tak mendapatkan kejelasan tentang ganti rugi gagal panen dari PT SHI.

Sebelumnya, proyek percontohan penanaman padi Super Toy HL-2 ini ditawarkan oleh lembaga bernama Gerakan Indonesia Bersatu (GIB) kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo. Dalam pembicaraan itu, GIB menerangkan bahwa dalam pelaksanaan di lapangan, proyek ini akan ditangani PT SHI. Setelah mendapatkan izin dari pemkab, penanaman dimulai pada akhir 2007.

Awalnya, penanaman dilakukan di areal 103 hektar. Ketika itu petani menyambut dengan sukacita karena benih padi tersebut akan mampu mendongkrak hasil panen hingga 15 ton gabah per hektar atau setara 10 ton beras. (egi)

Categories: Produksi
Tagged: , ,

0 responses so far ↓

  • There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.

Leave a Comment