Media Tani

Entries tagged as ‘Advokasi’

Aksi Mogok Petani Sudah 20 Hari

April 3, 2008 · Leave a Comment

Sumber Kompas

Kamis, 3 April 2008 | 00:55 WIB

Buenos Aires, Rabu – Presiden Argentina Cristina Fernandez mengecam aksi mogok para petani Argentina yang hingga Selasa (1/4) lalu memasuki hari ke-20. Aksi mogok para petani ini mengingatkan kejadian serupa pada tahun 1976 yang menimbulkan kerusuhan dan berakhir dengan aksi kudeta militer.

Berbicara di hadapan lebih dari 20.000 pendukungnya yang berkumpul di luar istana kepresidenan di Buenos Aires, Fernandez mendesak para petani mengakhiri aksi mogok dan tindakan memblokade ratusan jalan raya di negara Amerika Latin itu. Para petani ini mogok menolak kenaikan pajak ekspor, termasuk ekspor produk pertanian.

”Apakah bagus jalan raya diblokade sehingga membuat pangan tak bisa dipasok ke pasar?” ujar Fernandez dalam nada marah. Ia menambahkan, taktik menekan seperti itu tidak bisa efektif di era demokrasi.

(more…)

Categories: Advokasi · Politik
Tagged:

Akses Internet untuk Petani

November 22, 2007 · 5 Comments

Sumber Aliansi Petani Indonesia

Kamis, 2007 November 22

Didasari niat untuk meningkatkan kapasitas Petani dan rumah tangga petani terhadap akses teknologi informasi dengan tujuan mengembangkan sumber daya Manusia untuk peningkatan ekonomi petani, API bekerja sama dengan Formasi Indonesia terhitung sejak Agustus 2007 melangsungkan penyelenggaraan program CTC (Community Training Center) yang dilaksanakan di enam lokasi dari enam serikat tani Aliansi Petani Indonesia.

CTC-CTC API tersebut diantaranya terdiri atas 1. Sekretariat API Bali yang berlokasi di Jl. Banyubiru No. 289 Dusun Airanakan Banyubiru Negara Jembrana Bali 82251. 2. ORTATA (Organisasi Taloa) , Jl. Sultan Kharuddin No. 28 Sumbawa Besar. 3. Sekretariat Paguyuban Petani Cianjur (PPC) 1, Alamat : JL. Pagelaran No. 43 Cianjur. 4. Sekretariat Paguyuban Petani Cianjur (PPC), Jl. Pangeran Hidayatullah No. 142 Desa Limbangan Sari RT 02 RW 13 Cianjur. 5. Himpunan Petani dan Nelayan Pakidulan (HPNP) di Jl. Merdeka KMP Situgede Wetan No. 18 RT/RW 02/06 Desa Cipanengah Kec. Lembur Situ Kota Sukabumi. dan 6. Kelompok Petani Perempuan Saluyu (PPPS )beralamat di Jl. Kp. Cisaat RT 01/01 Desa Caringin Kec. Kab. Sukabumi Jawa Barat 43359.

(more…)

Categories: Advokasi · Agenda · Globalisasi · NGO
Tagged: ,

Maklumat API atas Pengusiran Terhadap Petani Kampung Baru Jaya

November 20, 2007 · Leave a Comment

Sumber Aliansi Petani Indonesia

Tindak kekerasan aparat negara terhadap kaum tani di Indonesia menunjukkan gejala yang semakin meningkat. Seakan tak ada habisnya air mata dan darah tertumpah, kaum tani kembali menjadi korban dari sikap arogan aparat dalam penanganan sengketa perkebunan. Perkembangan terakhir nasib para petani Lengkong Sukabumi yang mengalami kekerasan dalam bentuk pengusiran, penangkapan, penahanan, penggusuran, perusakan lahan pertanian, intimidasi dan teror oleh pihak perkebunan dan kepolisian tampak semakin memprihatinkan. Hingga saat ini kondisi warga berada dalam tekanan dan intimidasi yang sangat kuat oleh pihak perkebunan dan aparat kepolisian.

Sengketa antara warga petani Lengkong dengan Perkebunan Area Tugu Cimenteng atas nama PT. Kali Duren Estate di Kabupaten Sukabumi adalah wujud nyata dari arogansi dari diberlakukannya undang-undang No. 18 tahun 2004 tentang perkebunan yang selama ini telah ditolak oleh petani. Undang-undang ini nyata-nyata menjadi alat yang ampuh bagi perusahaan untuk mengusir dan bahkan mengintimidasi petani dari wilayah perkebuanan yang selama ini diduduki.

(more…)

Categories: Advokasi · NGO · Politik · Sosial
Tagged: ,

Jaker PO, Mengembalikan Kedaulatan Petani

April 3, 2007 · Leave a Comment

03 April 2007

Pada dasarnya setiap petani, komunitas, dan negara berhak untuk memutuskan sendiri kebijakan pengelolaan pertanian dan pangannya yang layak secara ekologi, sosial, ekonomi, budaya, serta khas lokal. Sebab itu berbagai bentuk marjinalisasi petani dan komunitas perdesaan, serta degradasi lingkungan pertanian yang mengancam keberlanjutan kehidupan perlu dihindari.

Realitas petani dan pertanian selama puluhan tahun telah menjadi korban dari sistem sosial nasional dan global. Introduksi massif revolusi hijau pada gilirannya telah membawa petani tergantung terhadap asupan benih, pupuk, pestisida, pengetahuan, alat, dan mesin pertanian serta pasar dari pihak luar. Intensifikasi pertanian yang mengedepankan pemakaian asupan kimia secara meluas telah mencemari air dan udara, menurunkan kesuburan tanah, serta mereduksi keaneka ragaman genetik sumber daya alam. Semua ini akan berujung pada ancaman kehidupan di bumi. (more…)

Categories: Advokasi · NGO · Politik
Tagged: ,