Entries tagged as ‘Ekonomi Pertanian’
Sumber Kompas | Kamis, 4 September 2008 | 00:20 WIB
Jakarta, Kompas – Mantan Menteri Pertanian Bungaran Saragih menyatakan, bangsa Indonesia harus merumuskan kembali strategi pembangunan ekonomi nasional. Pembangunan ekonomi ke depan harus berbasis pertanian dan pangan.
”Masih banyak peluang yang bisa dilakukan kalau kita mau maju. Selama ini konsep pembangunan ekonomi, khususnya sektor jasa dan industri, salah arah dan gagal menopang sektor pertanian untuk meningkatkan nilai tambah,” kata Bungaran, Rabu (3/9) di Bogor, Jawa Barat.
Selama ini semua solusi mengenai lapangan kerja dibebankan kepada pertanian. Peningkatan kesejahteraan masyarakat desa juga menjadi tanggung jawab sektor pertanian. Akibatnya, ruang gerak pertanian menjadi amat terbatas sebagai dampak dari beban yang begitu berat. Padahal, sektor pertanian baru akan tumbuh dengan baik dan cepat kalau ada dukungan yang memadai dari sektor industri dan jasa.
(more…)
Categories: Ekonomi · Politik
Tagged: Ekonomi, Ekonomi Pertanian, Kompas, Politik
Sumber Kompas | Senin, 1 September 2008 | 00:39 WIB
Pemerintah Diminta Menindak Penyeleweng Gula
MADIUN, KOMPAS – Sekitar 50 petani tebu di wilayah PTPN XI membuang gula ke jalan di samping Pabrik Gula Pagotan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Sabtu (30/8). Aksi ini sebagai salah satu bentuk protes atas maraknya gula impor dan rafinasi di pasaran yang mengakibatkan gula produksi petani tidak laku.
Sebelum membuang gula ke jalan dan menginjak-injaknya, petani menunjukkan gula hasil panen yang menumpuk di empat gudang di PG Pagotan.
Gula ini tidak bisa terjual karena di pasaran banyak gula impor dan gula rafinasi yang seharusnya hanya dipakai untuk industri makanan dan minuman.
Menurut Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) PG Pagotan Sudira, ada 180.000 ton gula di empat gudang itu. Gula yang menumpuk tidak hanya gula hasil giling tahun ini, tetapi ada pula gula hasil giling tahun lalu.
(more…)
Categories: Ekonomi
Tagged: Ekonomi, Ekonomi Pertanian, Gula
Jakarta, August 13, 2007.
Modern retailing and supermarkets are booming in Indonesia, growing at 20 percent a year since the lifting of restrictions in 1998. In fact, they now account for 30 percent of the food retail business. The national output of fresh fruits and vegetables has doubled to US$10 billion from 1994-2004 and is increasingly reflected in changing patterns of food consumption. Indonesians consumption of fresh produce was 50 per of their of expenditure on rice in 1994, it rose to increased to 75 percent in 2004 and, in urban areas, it now stands at 100 percent. i.e. urban Indonesians, are spending the same amount of money on rice as they are on fresh fruit and vegetables. Nearly all of this produce is home grown and while imports have nearly tripled over the last decade, they still account for only 3 percent domestic consumption.
These findings are part of a report Horticultural Producers and Supermarket Development in Indonesia released by the World Bank in Jakarta today.
(more…)
Categories: Ekonomi · Globalisasi
Tagged: Ekonomi Pertanian, Marketing