Media Tani

Entries tagged as ‘Ekonomi’

Menuju Negara Pertanian Termaju di Dunia

December 9, 2008 · 1 Comment

Sumber Kompas | Selasa, 9 Desember 2008 | 00:58 WIB

Oleh Hermas E Prabowo

Bagaimana membangun perekonomian yang pertumbuhannya terasa sampai ke sumsum tulang mayoritas rakyat Indonesia? Tidak ada cara lain kecuali membangun sektor pertanian yang berkualitas dan terintegrasi dengan sektor industri dan perdagangan sehingga mampu menumbuhkan pusat ekonomi baru.

Keandalan sektor pertanian tidak diragukan lagi. Selama satu dasawarsa (1998-2008), sektor pertanian kembali menunjukkan daya tahan di tengah krisis ekonomi.

Seperti yang dinyatakan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan, perlambatan pertumbuhan ekonomi akibat krisis global mulai tampak pada triwulan III-2008.

(more…)

Categories: Ekonomi · Politik
Tagged: , , ,

Denpasar farmers’ market association promote home grown

September 8, 2008 · Leave a Comment

Wasti Atmodjo ,  Contributor ,  Denpasar   |  Mon, 09/08/2008 10:59 AM  |  Bali

Denpasar farmers recently established the Market Farmers’ Association (Aspartan), aiming to expand the market for local agricultural products.

To mark the establishment of the association, on the weekend the group organized a two-day Farmers’ Market in the parking lot east of Puputan Margarana Square, Renon.

The market comprised 50 stalls, selling various agricultural products including processed goods.

(more…)

Categories: Ekonomi
Tagged: , ,

Industri dan Jasa Gagal Menopang Pertanian

September 4, 2008 · Leave a Comment

Sumber Kompas | Kamis, 4 September 2008 | 00:20 WIB

Jakarta, Kompas – Mantan Menteri Pertanian Bungaran Saragih menyatakan, bangsa Indonesia harus merumuskan kembali strategi pembangunan ekonomi nasional. Pembangunan ekonomi ke depan harus berbasis pertanian dan pangan.

”Masih banyak peluang yang bisa dilakukan kalau kita mau maju. Selama ini konsep pembangunan ekonomi, khususnya sektor jasa dan industri, salah arah dan gagal menopang sektor pertanian untuk meningkatkan nilai tambah,” kata Bungaran, Rabu (3/9) di Bogor, Jawa Barat.

Selama ini semua solusi mengenai lapangan kerja dibebankan kepada pertanian. Peningkatan kesejahteraan masyarakat desa juga menjadi tanggung jawab sektor pertanian. Akibatnya, ruang gerak pertanian menjadi amat terbatas sebagai dampak dari beban yang begitu berat. Padahal, sektor pertanian baru akan tumbuh dengan baik dan cepat kalau ada dukungan yang memadai dari sektor industri dan jasa.

(more…)

Categories: Ekonomi · Politik
Tagged: , , ,

Benih Hibrida, Menangguk Untung dari Petani Miskin

September 2, 2008 · Leave a Comment

Sumber Kompas | Selasa, 2 September 2008 | 03:00 WIB

Hermas E Prabowo

Soma (48), tidak meminta belas kasihan. Ia hanya menyuarakan,” Harga sarana produksi pasti tinggi. Sayangnya, harga produk pertanian tidak pernah pasti.”

Itulah kondisi yang selalu dialami Soma, dan petani lainnya. Bahkan situasi itu pula yang dihadapi orangtuanya, bahkan kakeknya, yang menjadi petani.

Persoalan petani selalu berulang. Namun, tidak satu pun ”uluran tangan” pemangku kepentingan yang menyelesaikan persoalan itu. Apalagi di era globalisasi, ketika komoditas pangan dan hortikultura dari negara lain menyerbu pasar lokal. Petani dibiarkan ”bertarung” sendiri melawan kapitalisme global.

(more…)

Categories: Ekonomi · Lingkungan
Tagged: , ,

Wapres Akui Riset Pertanian Masih Lemah

September 2, 2008 · Leave a Comment

Sumber Kompas | Selasa, 2 September 2008 | 00:39 WIB

Tumbuhkan Daya Saing Pertanian

Jakarta, Kompas – Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan, Indonesia harus lepas dari ”perangkap pangan” negara maju dan kapitalisme global. Untuk itu, riset penelitian dan pengembangan tujuh komoditas pangan utama nonberas yang dikonsumsi masyarakat harus terus-menerus ditingkatkan.

Menurut Kalla, Senin (1/9) di Jakarta, selama ini, riset dan penelitian komoditas pertanian masih lemah dan harus diperkuat.

Oleh sebab itu, pemerintah tahun depan mengalokasikan peningkatan anggaran riset dan penelitian, termasuk untuk komoditas pertanian melalui pemenuhan anggaran 20 persen pendidikan di APBN. Tujuannya agar Indonesia dengan kemampuan sumber daya manusia dan sumber daya alamnya dapat menjadi pemain besar di bidang pertanian.

(more…)

Categories: Politik · Produksi
Tagged: , , ,

Petani Membuang Gula ke Jalan sebagai Protes

September 1, 2008 · 2 Comments

Sumber Kompas | Senin, 1 September 2008 | 00:39 WIB

Pemerintah Diminta Menindak Penyeleweng Gula

MADIUN, KOMPAS – Sekitar 50 petani tebu di wilayah PTPN XI membuang gula ke jalan di samping Pabrik Gula Pagotan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Sabtu (30/8). Aksi ini sebagai salah satu bentuk protes atas maraknya gula impor dan rafinasi di pasaran yang mengakibatkan gula produksi petani tidak laku.

Sebelum membuang gula ke jalan dan menginjak-injaknya, petani menunjukkan gula hasil panen yang menumpuk di empat gudang di PG Pagotan.

Gula ini tidak bisa terjual karena di pasaran banyak gula impor dan gula rafinasi yang seharusnya hanya dipakai untuk industri makanan dan minuman.

Menurut Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) PG Pagotan Sudira, ada 180.000 ton gula di empat gudang itu. Gula yang menumpuk tidak hanya gula hasil giling tahun ini, tetapi ada pula gula hasil giling tahun lalu.

(more…)

Categories: Ekonomi
Tagged: , ,

Indonesia Masuk “Perangkap Pangan”

September 1, 2008 · Leave a Comment

Sumber Kompas | Senin, 1 September 2008 | 03:00 WIB

Petani Hanya Jadi Buruh Tanam

Jakarta, Kompas – Indonesia sebagai bangsa agraris ternyata sudah masuk dalam ”perangkap pangan” atau food trap negara maju dan kapitalisme global. Tujuh komoditas pangan utama nonberas yang dikonsumsi masyarakat sangat bergantung pada impor.

Bahkan, empat dari tujuh komoditas pangan utama nonberas, yakni, gandum, kedelai, daging ayam ras, dan telur ayam ras, sudah masuk kategori kritis. Meskipun belum kritis, jagung, daging sapi, dan susu patut diwaspadai.

Menurut Ketua Umum Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia, yang juga guru besar sosial ekonomi pertanian Universitas Jember, Rudi Wibowo, krisis ini terjadi karena Indonesia tidak mampu mengatasi persoalan itu sejak dulu. ”Dari waktu ke waktu tidak ada perkembangan berarti untuk mengurangi ketergantungan pangan impor itu, justru sebaliknya malah makin parah,” kata Rudi, Sabtu (30/8) di Surabaya.

(more…)

Categories: Ekonomi · Globalisasi · Pangan
Tagged: , , ,

Farmers see no benefits from rice price hikes

April 28, 2008 · Leave a Comment

Sumber The Jakarta Post,  Mon, 04/28/2008

Siti Supiati, a farmer in Cisait Muncang village, Banten, did not believe the government has raised the price of unhusked rice to Rp 2,200 (45 U.S. cents) from Rp 2,000 and that of rice to Rp 4,300 from Rp 4,000, because she sold her harvest last month far under these prices.

“During the last harvest season in March, unhusked rice was priced by traders at only Rp 1,700 per kilogram and rice cost only Rp 3,900 per kilo,” said Siti, who harvested almost four tons of unhusked rice from her 0.8 hectares of farmland.

Siti pocketed Rp 6.8 million from the harvest, Rp 4 million of which will be spent to pay laborers who helped work her land and to buy fertilizers.

(more…)

Categories: Ekonomi
Tagged: ,

Momentum Kebangkitan Pertanian Indonesia?

April 25, 2008 · 2 Comments

Sumber Kompas Jumat, 25 April 2008 | 01:32 WIB

Dibandingkan dengan negara-negara lain, Indonesia terkesan relatif lebih adem-ayem merespons krisis pangan global dan kondisi darurat pangan yang membuat panik seluruh dunia saat ini. Padahal, hingga beberapa hari lalu, Organisasi Pangan dan Pertanian masih memasukkan negara ini ke dalam daftar 37 negara yang mengalami krisis pangan kendati sifatnya sangat lokal.

Krisis pangan yang mengancam Indonesia itu dikaitkan dengan fenomena banjir yang melanda sebagian wilayah Indonesia saat itu, termasuk di sentra-sentra produksi pangan. Bagaimana sebenarnya posisi Indonesia di tengah krisis pangan global dan prospek ke depan?

Dalam daftar terakhir Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), Indonesia memang tak lagi masuk daftar negara yang mengalami krisis pangan (list of countries in crisis). Ini mungkin terkait dengan laporan pemerintah yang menyatakan Indonesia akan mengalami surplus beras tahun ini. Apalagi sempat muncul wacana bahwa Indonesia ekspor beras.

(more…)

Categories: Ekonomi · Globalisasi
Tagged: ,

Menyiapkan Benteng Penangkis Tsunami Krisis Pangan

April 25, 2008 · Leave a Comment

Sumber Kompas | Jumat, 25 April 2008 |

Oleh Hamzirwan

Lonjakan harga komoditas yang sulit dibendung semakin mendera penduduk miskin di berbagai negara. Program Pangan Dunia PBB atau WFP menyebut krisis pangan ini sebagai serangan tsunami senyap. Mampukah Indonesia bertahan dalam krisis terparah pasca-Perang Dunia II ini?

Dari 188 juta hektar lahan yang tersedia, ada sedikitnya 100 juta ha yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan nonkehutanan. Sebagai negara tropis, hampir semua komoditas, yang kini harganya meroket di pasar internasional, bisa ditanam di Indonesia.

Jagung, kedelai, beras, kelapa sawit, sampai karet sudah ditanam turun-temurun sejak lama. Selama dua tahun terakhir, tingkat kenaikan harga komoditas itu mencengangkan.

(more…)

Categories: Ekonomi
Tagged: ,