Entries tagged as ‘Padi’
September 8, 2008 · 1 Comment
Sumber Kompas | Senin, 8 September 2008 | 00:50 WIB
Seperti halnya petani di Kabupaten Purworejo, petani di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, juga kecewa terhadap padi Super Toy HL-2. Hasil panen mereka tidak seperti yang dijanjikan petugas dari PT Sarana Harapan Indopangan. Padahal, harga benih Super Toy hampir 10 kali lipat harga benih padi biasa.
Data dari Dinas Pertanian Kabupaten Madiun, Minggu (7/9), ada 5 hektar lahan pertanian di Kecamatan Dolopo dan Kebonsari, Kabupaten Madiun, ditanami padi Super Toy HL-2.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Madiun Wijanto Joko Purnomo mengatakan, saat PT Sarana Harapan Indopangan (SHI) menawarkan benih Super Toy, ia meminta Balai Benih Kabupaten Madiun mengecek. Hasil belum ada tiba-tiba ada acara panen perdana Super Toy di Dolopo pada 7 April oleh Sekretaris Daerah Pemprov Jatim Soekarwo.
(more…)
Categories: Politik · Sosial
Tagged: Kompas, Padi, Sosial
Sumber Kompas | Sabtu, 6 September 2008 | 00:03 WIB
Kisah tentang staf khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bertambah. Bukan dari staf khusus bidang hukum Denny Indrayana yang baru diangkat dan berkantor di Istana. Kisah itu muncul dari staf khusus lama, Heru Lelono.
Kisah terakhir adalah Blue Energy. Kisah penuh misteri pencarian bahan bakar alternatif ini juga muncul dari Heru. Dalam kisah ini, selain Heru, mencuat nama Djoko Suprapto.
Hubungan Heru dengan Djoko adalah hubungan bisnis. Heru adalah Komisaris Utama Sarana Harapan Indogrup (SHI) yang membawahi tiga perusahaan, yaitu Sarana Harapan Indohidro, Sarana Harapan Indopangan, dan Sarana Harapan Indopower. Djoko peneliti pada laboratorium Sarana Harapan Indohidro.
(more…)
Categories: Politik · Sosial
Tagged: Kompas, Padi, Politik, Sosial
Sumber Kompas | Sabtu, 6 September 2008 | 03:00 WIB
Padi Super Toy HL-2 belum bisa disebut varietas baru, melainkan calon varietas. Jenis padi itu belum lolos uji kelayakan dan uji unggul mutu sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 37 Tahun 2006 tentang Pengujian dan Pelepasan Tanaman Varietas Baru.
Hal itu dinyatakan Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Provinsi Jawa Tengah Aris Budiono, Jumat (5/9) di Kota Semarang. Penanaman padi Super Toy HL-2 di Desa Grabag, Kecamatan Grabag, Purworejo, dilakukan tanpa melibatkan Dinas Pertanian Provinsi Jateng maupun Dinas Pertanian Purworejo.
Hal serupa dikemukakan Ketua Badan Benih Nasional yang juga Dirjen Tanaman Pangan Departemen Pertanian Sutarto Alimoeso. Keunggulan calon varietas, seperti produktivitas, sifat tanaman, ketahanan terhadap hama penyakit, harus diuji agar layak untuk diperdagangkan. Benih varietas baru juga harus mendapat sertifikat dari Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih sebelum dijual kepada petani. Hal ini untuk melindungi petani agar tidak tertipu. Memperdagangkan calon varietas bertentangan dengan UU No 12/1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman.
(more…)
Categories: Pangan · Politik
Tagged: Padi, Politik, Produksi
Sumber Kompas | Jumat, 5 September 2008 | 01:10 WIB
Areal percontohan penanaman padi varietas baru Super Toy HL-2 seluas 96,22 hektar di Desa Grabag, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, kini gagal panen. Petani yang kecewa menuntut ganti rugi kegagalan itu kepada investor proyek, PT Sarana Harapan Indopangan, Rp 1.649.472.500.
”Jika dalam seminggu ganti rugi tidak dipenuhi, kami akan berupaya mengajukan tuntutan melalui jalur hukum,” ujar Kepala Desa Grabag Gandung Sumriyadi, Kamis (4/9). Tuntutan ganti rugi sudah dikirim ke PT Sarana Harapan Indopangan (SHI). Ganti rugi dihitung Rp 24.000 per ubin. Satu hektar setara dengan 714,28 ubin.
Sehari sebelumnya, ungkap Gandung, 40 petani yang telah menanam padi varietas Super Toy HL-2 menebas dan membakar seluruh tanaman padi milik mereka yang rusak dan gagal panen seluas ratusan ubin. Upaya itu dilakukan sebagai ungkapan kekesalan dan kekecewaan petani karena tak mendapatkan kejelasan tentang ganti rugi gagal panen dari PT SHI.
(more…)
Categories: Produksi
Tagged: Padi, Produksi, Sosial
Sumber Suara Pembaruan
[JAKARTA] Perum Bulog diminta untuk menunda penerapan kebijakan persyaratan mutu gabah petani hingga musim panen raya berikutnya. Hal itu untuk memberi kesempatan yang cukup kepada petani untuk meningkatkan kualitas gabah mereka.
Penerapan mutu yang ketat saat ini dinilai tidak bijaksana, karena waktunya bersamaan dengan dimulainya panen raya, serta banyaknya musibah banjir yang menimpa lahan sawah di sejumlah daerah.
(more…)
Categories: Ekonomi · Produksi
Tagged: Padi, Produksi
Sumber Kompas
Padang, Kompas – Metode penanaman padi sebatang akan dipopulerkan di Indonesia, terutama karena pola ini bisa meningkatkan produksi beras. Upaya mengenalkan penanaman padi sebatang ini melibatkan perguruan tinggi dan swasta.
Dari angka ramalan nasional III 2007, produksi gabah kering giling (GKG) tahun 2007 mencapai 57,05 juta ton atau naik 4,8 persen dibandingkan dengan tahun 2006. Hasil produksi GKG tahun 2007 ini masih di bawah target sebesar 58,18 juta ton.
Peneliti metode penanaman padi sebatang atau system of rice intensification (SRI) sekaligus Rektor Universitas Andalas Musliar Kasim mengatakan, upaya penyebarluasan SRI dengan padi organik ke petani selama ini terkendala dana. Karena itu, universitas akan bekerja sama dengan pihak ketiga.
(more…)
Categories: Pangan · Produksi
Tagged: Padi, Produksi
Source The Jakarta Post
JAKARTA (Antara): President Susilo Bambang Yudhoyono said the country had failed to reach its target of increasing rice production by 2 million tons in 2007.
“We were only able to increase our rice production by 1.64 million tons, short of the targeted of 2 million. There were various impediments including the failure of some provinces to reach targets,” the President told the press Tuesday after a cabinet session at the Agriculture Ministry.
One of the obstacles faced was the fear of making procedural errors which delayed the distribution of seeds to farmers.
“But if the bureaucrats had clear programs and there was no intention to misappropriate the available funds, there was no need for hesitation,” he said. (***)
Categories: Produksi
Tagged: Padi, Produksi
November 29, 2007 · 1 Comment
Sumber KBR68H | 29-11-2007
Pemanasan global telah mengacaukan musim hujan dan musim kemarau. Para petani kini sulit menentukan jenis varietas dan kalender tanam, lantaran iklim sulit diduga. Di berbagai wilayah Indonesia kekeringan dan banjir menggagalkan produksi pangan. Sawah banyak puso atau gagal panen lantaran kemarau panjang dan banjir. Para petani mestinya tidak begitu saja pasrah. Di sejumlah kabupaten/kota, berbagai kelompok petani kini aktif mengikuti sekolah lapangan iklim. Mereka berharap bisa lebih mudah dan pasti dalam menetapkan varietas serta kalender tanam, sesuai gejala-gejala iklim yang dipelajari.
Salah meramalkan iklim
Untuk tahun 2003, para petani di Indramayu, Jawa Barat, punya catatan kelam. Ribuan hektar lahan terserang puso, gagal panen. Kala itu mereka menanam padi jenis talimas, salah satu varietas padi yang butuh waktu panjang dan perlu banyak air.
Waryono, Didi Casmadi dan petani lain Kecamatan Kadang Haur, Indramayu, waktu itu salah meramalkan iklim. Musim hujan yang mereka duga panjang, justru malah berlangsung pendek. Akibatnya, sawah hanya menghasilkan bulir-bulir gabah kosong, karena kurang air. Para petani pun rugi rata-rata Rp. 1,5 juta dari 700 meter persegi sawah mereka. Sedangkan gabah Wahyono jadi gabuk karena angin bugang.
(more…)
Categories: Lingkungan · Pangan
Tagged: KBR 68H, Lingkungan, Padi, Perubahan Iklim, Produksi
ALERT ! ! ! !
Kompas, Selasa, 30 Oktober 2007
Jakarta, Kompas – PT DuPont Indonesia menginvestasikan 3 juta dollar AS untuk pembangunan pabrik pemrosesan benih padi hibrida berkapasitas 8.000 ton per tahun. Pabrik yang berlokasi di Malang, Jawa Timur, itu ditargetkan mulai beroperasi pada semester II-2008.
Direktur Bisnis PT DuPont Indonesia Mardahana, Senin (29/10), mengemukakan, perusahaan melihat bisnis benih padi hibrida memiliki potensi sangat besar untuk berkembang.
“Dengan keterbatasan lahan pertanian, pilihannya adalah meningkatkan produksi dengan melakukan intensifikasi, ” ujarnya. Mardahana mengakui, masih ada keraguan terhadap benih hibrida yang menyangkut pemakaian pupuk dan air yang lebih banyak. DuPont mulai memasarkan produk padi hibrida di bawah bendera Pioneer PP1 dan PP2 sejak April 2007.
(more…)
Categories: Ekonomi · Globalisasi · Lingkungan · Pangan
Tagged: DuPont, Hibrida, Jagung, Kompas, Padi
Kompas Senin, 01 Oktober 2007
ANDREAS MARYOTO
Berbagai inovasi budidaya tanaman padi terus dilakukan. Perjuangan untuk meningkatkan produksi dan juga meningkatkan kualitas padi terus diupayakan. Akan tetapi, tantangan problem pemanasan global yang muncul membuat para peneliti harus mengkaji ulang pertanian padi sawah yang sudah menjadi tradisi dari waktu ke waktu.
Deputi Menteri Koordinator Perekonomian Bayu Krisnamurti dalam Kongres Nasional Perhimpunan Ekonomi Pertanian (Perhepi) XIV tanggal 3-5 Agustus di Solo, Jawa Tengah, telah memperingatkan hal itu. Persoalan pemanasan global harus menjadi salah satu faktor dalam melihat masalah-masalah pertanian. Pemanasan global akan berpengaruh terhadap produktivitas tanaman pangan dan ketersediaan air.
Studi yang sudah ada menunjukkan produktivitas padi di China akan menurun 5-12 persen apabila suhu mengalami kenaikan 3,6 derajat Celsius. Kasus yang sama juga akan terjadi di Banglades. Produksi beras di negeri itu akan turun sekitar 10 persen. Produksi gandum di Banglades akan turun sepertiganya pada 2050 dibandingkan dengan produksi saat ini jika kenaikan suhu itu terjadi. (more…)
Categories: Ekonomi · Globalisasi · NGO · Pemanasan Global · Sosial
Tagged: Globalisasi, Padi, Pemanasan Global