Hadapi Paceklik Bulog Siap Impor 105 Ribu Ton Beras

Kamis, 18 Oktober 2007  18:55:00

Jakarta-RoL — Perum Bulog akan membuat kontrak baru pengadaan beras impor sebesar 105 ribu ton pada awal November 2007 untuk mengantisipasi ketersediaan pasokan beras di dalam negeri selama musim paceklik (November 2007-Januari 2008).

Dirut Perum Bulog, Mustafa Abubakar, di Jakarta, Kamis (18/10), mengungkapkan kontrak baru itu antara lain mencakup 82 ribu ton sisa volume impor beras di tahun 2007 yang belum direalisasikan.

“Selain itu ada tambahan 23 ribu ton kontrak impor dengan President Agri (perusahaan asal Thailand,red),” katanya ketika melihat penurunan perdana beras impor asal Thailand di Pelabuhan Tanjung Priok.

Namun demikian, tambahnya, Bulog belum menentukan bentuk kontrak impor baru tersebut apakah nantinya dilakukan secara G to G (pemerintah ke pemerintah) atau dengan swasta karena baru diputuskan akhir Oktober.

Mustafa mengatakan, untuk menjamin ketersediaan beras di dalam negeri pada tahun depan, impor masih diperlukan yang mana berdasar kajian awal yang dilakukan Bulog kebutuhan impor untuk tahun 2008 mencapai 400-500 ribu ton.

“Terlebih lagi kalau selama November 2007 hingga Januari 2008 terjadi defisit dan target penambahan produksi dua juta ton di tahun 2007 tidak tercapai,” katanya.

Menyinggung posisi stok beras Bulog saat ini, dia mengatakan, mengalami penurunan karena penyaluran stok untuk keperluan raskin (beras untuk rakyat miskin) tidak diimbangi dengan kedatangan beras impor yang tepat waktu.

Dikatakannya, kedatangan impor agak lambat sementara penyaluran raskin hingga saat ini sudah mencapai 84,9 persen atau setara 1,474 juta ton beras.

Posisi stok Bulog per 18/10, sebesar 1,613 juta ton dan hingga akhir tahun posisi stok Bulog diperkirakan menyusut menjadi 1,2 juta ton. Setelah dikurangi alokasi cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebesar 255 ribu ton, menurut Dirut Bulog, maka di akhir 2007 ketersediaan stok Bulog hanya mencapai 945 ribu ton.

“Padahal pemerintah mengharuskan BUMN pangan ini memiliki ketersediaan stok di atas 1 juta ton,” katanya.

2.600 ton tiba
Sementara itu pada Kamis sore sebanyak 2.600 ton beras impor kualitas premium tiba di Pelabuhan Tanjung Priok dengan menggunakan kapal Hoa Binh asal Vietnam.

Kedatangan impor beras premium itu merupakan bagian dari 50 ribu ton kontrak impor beras premium Bulog dengan dua perusahaan asal Thailand.

Selain ke-2.600 ton beras tersebut, tambahnya, saat ini terdapat 4.100 ton dalam perjalanan dan 26.960 ton akan muat.

Keseluruhan dari 50 ribu ton beras impor tersebut nantinya sebanyak 30 ribu ton masuk melalui Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta dan 20 ribu ton lainnya dari Pelabuhan Belawan Sumatera Utara.

Pada kesempatan itu, Mustafa mengungkapkan hingga saat ini Bulog telah melakukan operasi stabilisasi harga beras (OSHB) di enam kota yakni Medan Sumatra Utara, Manado Sulawesi Utara, Riau Pekan Baru, Maluku Utara, Maluku, dan Jayapura Papua dengan total volume beras yang digelontorkan 120,5 ton berupa beras kualitas medium.

Rencananya OSHB tersebut akan dilakukan di 45 kota di seluruh Indonesia. [antara]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s