Pangan lokal lebih aman dan sehat daripada pangan impor

Ani Purwati

Berita Bumi, 4 Oct 2007

Survei terbaru menunjukkan bahwa konsumen Amerika Serikat skeptis terhadap keamanan sistem makanan global dan sebagian percaya bahwa pangan lokal lebih aman dan baik bagi kesehatan daripada pangan dari tempat yang jauh (impor).

Ini adalah pandangan dari responden yang mewakili, dengan sample 500 konsumen di seluruh negeri yang berpartisipasi dalam survei web yang diselenggarakan Leopord Center for Sustainable Agriculture, Juli 2007. Tanggapan mereka terangkum dalam Laporan Leopold Center, “Persepsi konsumen tentang keamanan, kesehatan dan lingkungan dampak dari berbagai skala dan kondisi geografi rantai suplai makanan.” Paper ini ditulis oleh Rich Pirog, yang memimpin Center’s Marketing and Food Systems Initiative dan Andy Larson (lulusan Iowa State University).

Sasaran studi adalah untuk mengukur persepsi konsumen tentang keamanan pangan, dampak bermacam skala dan metode produksi sistem makanan pada emisi gas rumah kaca, kemampuan membayar sistem makanan yang mengurangi emisi gas rumah kaca, manfaat kesehatan pangan lokal dan organik.

Survei responden menyebutkan tentang pentingnya keamanan pangan, kesegaran (tanggal panenan) dan tanpa penggunaan pestisida pada produk segar, dengan paling tidak produksi produk lokal, tingkat emisi gas rumah kaca dan transport produk, dan apakah responden dapat menghubungi petani yang mengembangkannya.

Pirog mengatakan bahwa 70 persen responden merasa sistem pangan Amerika Serikat menjadi aman, setelah mereka bertanya tentang keamanan produk segar. Delapan puluh lima persen dan 88 persen responden berturut-turut merasa sistem pangan lokal dan regional sedikitnya menjadi aman atau sangat aman dibandingkan hanya 12 persen sistem pangan global.

Faktor kesehatan juga berpengaruh atas sikap konsumen, lebih dari dua pertiga responden (69 persen) paling tidak dengan kuat setuju bahwa pangan lokal lebih baik bagi kesehatan perseorangan daripada pangan yang telah menempuh perjalanan jauh (antar negara).

Apakah konsumen berkeinginan membayar makanan dari rantai suplai yang menghasilkan setengah gas rumah kaca pada rantai konvensional? Hampir setengah responden dari survei akan membayar 10-30 persen premium, tetapi persentasi yang sama juga menyatakan tidak akan membayar.

“Dengan peningkatan yang dramatis popularitas pangan lokal, petani yang mengembangkan pangan ini dan organisasi yang mendukung petani dan makanan ini akan diminta membuktikan adanya ekonomis, ramah lingkungan dan manfaat kesehatan produk ini, dan untuk memastikan keberlanjutan keamanan sebagai bagian rantai makanan,” kata Pirog.

Dia menyatakan bahwa temuan menunjukkan akan kebutuhan kritis akan penelitian yang lebih dalam. “Lembaga Pemerintah, universitas, profesional kesehatan, perusahaan swasta, dan organisasi non profit membutuhkan kerjasama pengembangan petani dan proses pangan lokal untuk mengembangkan penelitian tentang rantai suplai makanan,” tambahnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s