2.000 Hektar Lahan Belum Bisa Ditanami Padi

Sabtu, 27 Oktober 2007 

SIDOARJO, KOMPAS – Karena masih rusaknya saluran irigasi oleh lumpur Lapindo, sekitar 2.000 hektar lahan di Kecamatan Porong, Tanggulangin, dan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, terancam tidak bisa ditanami padi. Hingga kini, belum ada saluran irigasi pengganti untuk mengairi lahan itu.

Luas lahan hingga mencapai 2.000 hektar yang tidak bisa ditanami itu dikemukakan Kepala Seksi Produksi Padi, Palawija, dan Hortikultura Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan Kabupaten Sidoarjo Heksa Widagdo.

Lahan yang terancam tidak bisa ditanami padi itu, di antaranya, berlokasi di Padukuhan Gempolgunting, Desa Gempolsari, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo. Berdasarkan pengamatan, saluran irigasi yang mengalirkan air ke lahan seluas 13,8 hektar itu rusak oleh lumpur.

Menurut Kusnadi, perangkat Desa Gempolsari, dan Abdul Karim, salah satu warga yang biasa menggarap lahan sawah itu, Jumat (26/10), air lumpur masuk ke saluran irigasi dan akhirnya masuk ke lahan sawah.

Petani pernah mencoba beberapa kali menanami padi di lahan itu, meskipun air irigasi tercemar lumpur. Akan tetapi, baru berumur satu minggu sampai dua minggu, tanaman padi itu mati.

“Kami mencoba menanami tanaman kangkung, ternyata tanaman itu juga mati,” keluh Abdul Karim, yang mengatakan lahan sawah itu tidak bisa digunakan sejak peristiwa pipa gas meledak 22 November 2006 dan lumpur mengalir ke utara. Posisi Gempolsari berada sekitar dua kilometer sebelah utara pusat semburan.

Menjadi tumpuan
Keberadaan lahan seluas 13,8 hektar itu sebetulnya sangat penting. Hasil dari lahan digunakan untuk menggaji atau tambahan penghasilan perangkat Desa Gempolsari serta menjadi tumpuan hidup sekitar 20 orang petani yang memiliki sawah di sana.

“Karena sawah tidak bisa digarap, saya terpaksa berjualan di Pasar Porong, Sidoarjo, selain menjadi perangkat desa. Itu pun sering tidak cukup sehingga harus mengutang ke orang lain untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari,” kata Kusnadi.

Lahan sawah yang terancam tidak bisa digarap juga berada di Dusun Kuwaron, Kelurahan Glagaharum, Kecamatan Porong, Sidoarjo.

Lahan seluas 25 hektar milik petani tidak bisa digarap pada saat masa tanam November-Desember nanti karena saluran irigasi yang mengalir dari Desa Kedungbendo, Tanggulangin dan Desa Siring, Porong tertutup lumpur. (APA)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s