Sapi Organik di Stuttgart

Trubus, 31 Oktober 2007 20:55:48

Tujuh ribu liter susu sapi segar setiap tahun dijadikan keju, yogurt, dan susu kemasan. Yang istimewa, susu itu diperah dari sapi yang dipelihara secara organik. Saat tidak produktif lagi, sapi itu tetap bernilai jual menjadi daging sapi organik.

Pemandangan itu tampak di peternakan sapi organik milik keluarga Grieshaber di Desa Schockingen, Ditzingen di Stuttgart, Jerman. Tujuh ribu liter susu sapi itu diperoleh dari 104 sapi berumur produktif yang dipelihara di kandang berukuran 100 m x 45 m atau setengah ukuran lapangan sepakbola.

‘Peternakan ini sudah ada sejak dahulu,’ kata Gerhard Schmid, salah satu pemilik peternakan itu. Memang di wilayah Schockingen, peternakan sapi merupakan usaha turun-temurun. Namun, kegiatan pertanian di desa seluas 5,9 km2 itu hanya dikerjakan oleh para kaum lanjut usia. Pemuda pemudinya lebih banyak memilih hengkang untuk bekerja di sektor industri.

Meski telah berjalan puluhan tahun, produk pertanian keluarga Grieshaber baru diakui sebagai organik setelah bergabung bersama Bioland pada 1981. Asosisasi petani organik terbesar di Jerman dengan anggota 4.558 pekebun dan peternak itu memang menjadi brand untuk produk pertanian organik di Jerman. ‘Setiap anggota memiliki kontrak produksi. Bioland akan menampung dan memasarkan dengan label Bioland,’ ujar Gerhard.

Kelompok umur
Gerhard mengelola sekitar 60 ha lahan. Luasan itu termasuk kecil untuk ukuran peternakan di Jerman yang rata-rata lebih dari 100 ha. Di atas lahannya, Gerhard membangun beberapa kandang sapi seluas 1 ha. Sisa lahan dijadikan tempat padang penggembalaan serta penanaman rumput dan gandum untuk pakan ternak.

Kandang utama dirancang sedemikian rupa sehingga terkesan mirip hanggar pesawat. Atapnya berbentuk kanopi setengah lingkaran yang tingginya mencapai 10 m. Itu agar udara berjalan lancar. ‘Sirkulasi udara yang baik mencegah sapi terserang penyakit,’ papar Schmid-sapaan akrab Gerhard Schmid. Sebagian lantai kandang dilapisi jerami kering untuk alas tidur sekaligus penghangat. Air minum tersedia setiap saat sesuai kebutuhan hewan ruminansia itu.

Di dalam kandang yang tertata rapi itu sapi-sapi dipisahkan berdasarkan kelompok umur. Di salah satu sudut kandang utama dihuni anak-anak sapi. Sisi lainnya menjadi tempat sapi dewasa siap diperah. Prosesi pemerahan susu dilakukan di tempat itu juga. Sekali proses, sekitar 20 sapi diperah.

Karena pemerahan dilakukan secara mekanis, hanya dibutuhkan 2 pekerja. Mereka bertugas membersihkan puting susu dengan alkohol dan memasang selang pemerah. Usai proses, pintu kandang terbuka otomatis, sapi pun berganti posisi. Yang baru, masuk ke kandang pemerahan. Yang sudah diperah kembali ke tempat awal mereka bebas bergumul.

Jumlah sapi per kandang tidak terlalu padat. Hanya sekitar 100 sapi dewasa di kandang utama. Tujuannya agar sapi bebas bergerak. Itu pula yang disyaratkan Bioland. Kepadatan populasi sapi perah di kandang ditetapkan 6 m2 per ekor dan 4,5 m2 per ekor di area merumput. Sapi yang akan melahirkan dan menyapih disediakan kandang-kandang khusus seluas 4 m x 6 m.

‘Sapi yang baru lahir langsung dipisahkan dari induknya dan ditempatkan dalam kandang tersendiri,’ tutur Schmid. Sapi yang berumur kurang dari 1 minggu menempati sebuah kandang berukuran 1 m x 2 m. Kandang itu dilengkapi kanopi dan di bawahnya dilapisi jerami kering. Namun, sapi berumur 1-10 minggu yang terpisah dari induknya tetap bisa merasakan air susu induknya.

Kandang anak sapi dilengkapi wadah tempat menampung susu asal induknya. Untuk menjaga kesegaran, wadah dilengkapi pengatur suhu otomatis. Itulah sebabnya susu tetap berada pada suhu optimal yaitu 36oC. Selangnya pun dimodifikasi mirip puting susu sang induk. Setiap anak sapi diberi jatah 5 liter per hari. ‘Tepat, tidak lebih,’ kata Schmid.

Homeopatik
Salah satu yang istimewa di peternakan itu adalah lantai kandang dibuat berongga sehingga urin dan kotoran sapi akan jatuh ke bawah dan langsung mengalir ke bak penampungan. Di sana setelah didiamkan beberapa hari, urin bercampur feses itu disedot alat septic tank untuk selanjutnya digunakan sebagai pupuk bagi rumput dan gandum.

Menurut Schmid, kotoran sapi itu tidak dipergunakan sebagai biogas. Untuk membuat biogas diperlukan kotoran sapi dalam jumlah banyak. Jika Schmid ingin membuatnya, perlu tambahan kotoran dari peternakan lain yang tidak diketahui organik atau tidaknya. ‘Kami benar-benar menerapkan sistem pertanian biologi organik. Sisa limbah harus bisa dipakai kembali,’ katanya.

Sebagai sumber pakan, Schmid mencampur rumput basah, bio pelet, gandum, dan garam. Pasokan rumput dan gandum diperoleh dari lahan sendiri. ‘Tinggal membeli bio pelet dan garam saja,’ ujar Schmid yang saat dikunjungi tengah memberi makan sapi-sapinya.

Harus diakui sistem pengelolaan sapi di tempat Schmid tergolong canggih. Semua proses produksi, mulai pemerahan susu, pembuatan dan pemberian pakan, pembersihan kandang, hingga pemupukan dilakukan secara mekanis. Bahkan untuk proses identifikasi, semua sapi dipasang sebuah chip di telinganya. Melalui chip itu jatah minum susu dapat terlacak. ‘Sapi yang kurang minum susu atau sudah minum susu dapat diketahui,’ kata Schmid. Pemberian jatah susu pun terkontrol karena tidak akan ada sapi yang mendapat susu berlebih.

Yang unik, jika sapi sakit, dokter hewan tidak menjadi prioritas utama. ‘Di sini sapi yang sakit diobati dengan cara homeopatik yaitu pengobatan dengan menggunakan bahan alami,’ ujar Schmid. Susu yang berasal dari sapi yang sakit pun harus dipisahkan selama sepekan untuk menjaga kualitas susu. Wajar dengan begitu 7.000 liter susu segar dari peternakan keluarga Grieshaber menjadi salah satu andalan Bioland.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s