Aksi Bersama Membagi Bibit Tanaman Untuk Mengurangi Emisi

Sumber Pers Release

Pemanasan global yang mengakibatkan perubahan iklim global, beberapa tahun terakhir telah menjadi salah satu isu yang mendapat perhatian khusus dari negara-negara di dunia. Dampak buruk pemanasan global saat ini mengancam kehidupan umat manusia seperti: naiknya intensitas bencana alam; kenaikan permukaan air laut; rusaknya keanekaragaman hayati; penurunan ketersediaan sumber air bersih; musim kemarau yang lebih panjang dan mengancam ketahanan pangan; dsb.

Penyebab utama pemanasan global adalah aktivitas manusia yang menggunakan bahan bakar fosil sebagai sumber energi seperti minyak, gas dan batubara yang diperkirakan sampai 10 – 15 tahun mendatang masih merupakan sumber utama energi bagi kegiatan manusia dan industri.

Berdasarkan data /Intergovernmental Panel on Climate Change /(IPCC) Indonesia mengalami kenaikan suhu tahunan rata-rata sebesar 0,2 – 1°C. Jika laju peningkatan suhu bumi tidak berkurang maka tahun 2050 akan terjadi kenaikan 1,5 – 2,5°C.

Sebaik apapun upaya yang dilakukan oleh negara-negara untuk menekan emisi GRK sejatinya tidak akan mampu menghindari dunia dari perubahan iklim. Dampak ini akan masih dirasakan khususnya oleh negara-negara berkembang seperti Indonesia. Sektor pertanian dan perikanan merupakan dua sektor ekonomi rakyat yang akan terpukul dengan kondisi ketidakjelasan cuaca.

Akibat kenaikan permukaan air laut yang disebabkan oleh pencairan es di kutub akan mengurangi wilayah pantai dan pesisir yang saat ini dihuni oleh mayoritas nelayan dan kaum miskin. Penyempitan area lahan akibat kenaikan permukaan laut dan ketidakjelasan cuaca akan mempengaruhi pola tanam pertanian bahkan akan menurunkan produktivitas pertanian.

Salah satu penyebab perubahan iklim dan pemanasan global adalah berkurangnya jumlah tegakan tanaman dan penggundulan hutan yang ada di muka bumi. Setiap elemen masyarakat sangat diharapkan untuk melakukan upaya-upaya mengurangi laju pemanasan global, salah satu cara yang saat ini kami lakukan adalah memberikan bibit tanaman agar dapat ditanam oleh masyarakat sebagai upaya untuk menyerap emisi yang dikeluarkan oleh kendaraan yang kita kendarai. Satu pohon yang tumbuh akan berarti banyak tidak hanya bagi kita tetapi bagi generasi mendatang.

*/Tanam Pohon untuk Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca Bersama dan Peduli untuk Menyelamatkan Bumi Pohon adalah Sumber Kehidupan Tanam Pohon Sebelum Banjir
Indonesia Hijau 2010/*

*Aliansi Peduli Hutan dan Perubahan Iklim*
Perhutani, Konphalindo, Skephi, HiMaBio-Raflessia, Pemuda Muhammadiyah, Klub Peduli Orangutan, Women, Pelajar sekolah Menengah..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s