Harga Gabah Capai Titik Terendah

Sumber Kompas

Selasa, 06 November 2007  
 
Karawang, Kompas – Harga gabah di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mencapai titik terendah dalam enam bulan terakhir ini. Petani khawatir harga akan terus menurun karena panen di Karawang masih berlangsung hingga Desember nanti.

Wakil Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan Kabupaten Karawang Ijam Sujana, Senin (5/11), mengatakan, gabah kering panen (GKP) kualitas super mencapai Rp 2.100 per kilogram (kg) sejak beberapa hari lalu. Itu merupakan harga terendah dibandingkan dengan harga selama enam bulan sebelumnya.

Ijam menambahkan, harga GKP kualitas rendah di Karawang saat ini Rp 1.900 per kg. Petani memilih menjual gabahnya yang jelek ke tengkulak karena mereka berani membayar lebih tinggi daripada ke Bulog.

Saat ini panen masih berlangsung di sebagian Karawang. “Bulan-bulan ini biasanya adalah masa paceklik karena panen minim, tetapi sekarang justru sedang melimpah,” ujar Ijam.

Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan Karawang memperkirakan sekitar 400.000 ton GKP yang akan dipanen dalam kurun 2,5 bulan hingga akhir Desember. Dinas itu memprediksikan, realisasi produksi tahun ini 1,233 juta ton GKP. Jumlah itu naik sekitar 1,5 persen dibandingkan dengan realisasi produksi tahun 2006 yang sebanyak 1,206 juta ton.

Anjloknya harga gabah di Karawang saat ini dipengaruhi oleh masih banyaknya stok di Bulog serta masuknya beras impor ke Indonesia.

Tolak beras impor
Sehubungan dengan beras impor, Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Rudy Ariffin menyatakan, pihaknya meminta pemerintah pusat agar tidak memasukkan beras impor ke provinsi berpenduduk lebih dari 3,2 juta jiwa itu. Stok di provinsi itu melimpah karena produksi gabah tahun ini surplus 10 persen dibandingkan dengan tahun 2006 sebanyak 1,6 juta ton.

Pada tahun ini, produksi padi Kalsel mencapai 1,81 juta ton gabah kering giling (GKG).

“Soal penyetopan beras impor yang disarankan Menteri Pertanian kepada Bulog, itu urusan pemerintah pusat. Namun, khusus Kalsel, saya minta pemerintah tidak memasukkan beras impor ke daerah ini,” kata Rudy Ariffin, Senin (5/11) di Banjarmasin.

Menurut Rudy, penolakan masuknya beras impor bertujuan melindungi petani padi Kalsel, menyangkut stabilitas harga gabah. Hingga saat ini harga gabah Kalsel cukup baik sehingga tidak menimbulkan gejolak, yaitu berkisar Rp 2.500-Rp 2.700 per kg. Sementara harga beras rata-rata Rp 4.000 per kilogram. Stabilitas harga perlu dijaga karena saat ini Kalsel sedang surplus padi.

“Bahkan, untuk membantu dana pinjaman pembelian gabah petani, Pemerintah Provinsi Kalsel pada tahun 2008 memberi dana penyangga sebesar Rp 10 miliar dalam RAPBD (Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Kalsel yang saat ini dalam pembahasan,” tuturnya.

Berbeda dengan harga gabah di Karawang yang terus menurun, harga beberapa komoditas di Batam, khususnya bawang merah, naik sekitar 50 persen daripada saat menjelang Lebaran lalu. Harga cabe juga naik. Kenaikan harga itu diperkirakan disebabkan pasokan barang dari daerah produsen berkurang karena mulai musim hujan. (mkn/ful/fer)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s