Produksi Padi dan Jagung di Lampung Meningkat

Sumber Kompas

Selasa, 06 November 2007 

Bandar Lampung, Kompas – Produksi beras dan jagung Lampung meningkat setelah daerah ini berhasil meningkatkan luas panen dan produktivitas. Produksi padi tercatat meningkat 8,15 persen atau setara dengan 173.577 ton gabah kering giling dibanding produksi tahun 2006. Adapun produksi jagung meningkat 13,10 persen.

“Kenaikan produksi sebesar 173.577 ton itu menjadikan Lampung pada tahun 2007 ini memiliki produksi beras sebesar 2,30 juta ton gabah kering giling (GKG). Sementara tahun 2006 Lampung tercatat bisa memproduksi 2,129 juta ton GKG,” kata Wakil Kepala Dinas Pertanian Lampung I Made Suwetja, Minggu (4/11).

Berdasarkan data di Dinas Pertanian, pada musim tanam 2007 ini terjadi peningkatan luas panen 32.452 hektar. Dengan demikian, total luas panen tercatat 526.554 hektar dari sebelumnya yang hanya 494.102 hektar.

Meningkatnya luas panen itu terkait dengan Program Peningkatan Beras Nasional (P2BN) dua juta ton. Sehingga produktivitas padi per hektar tercatat juga diupayakan naik, dari sebelumnya 4,311 ton GKG per hektar menjadi 4,375 ton GKG per hektar, atau ada kenaikan sekitar 1,48 persen.

Dinas Pertanian optimistis, peningkatan produksi masih bisa dicapai melalui P2BN untuk musim tanam musim hujan Oktober-Desember 2007.

Produksi jagung
Sementara itu, untuk produksi jagung, Dinas Pertanian Lampung mencatat, terjadinya kenaikan produksi jagung sebesar 13,10 persen atau setara dengan 155.092 ton jagung pipilan kering. Produksi jagung 2007 tercatat sebesar 1,339 juta ton jagung pipilan kering. Sementara pada produksi 2006, Lampung mampu memproduksi sebesar 1,183 juta ton jagung pipilan kering.

Faktor penambahan luas panen pada musim tanam 2007 tercatat menjadi pendorong bertambahnya produksi jagung asal Lampung. Pada tahun 2007, luas panen tercatat seluas 368.325 hektar atau bertambah 35.685 hektar. Pada tahun 2006, luas panen jagung hanya seluas 332.640 hektar.

Selain itu, peningkatan produktivitas juga tercatat meningkat dari 3,559 ton jagung pipilan kering per hektar menjadi 3,636 ton jagung pipilan kering per hektar. “Produktivitas tercatat naik 2,16 persen,” kata Suwetja.

Menyaingi Gorontalo
Produktivitas jagung Lampung menjadikan daerah ini sebagai provinsi di luar Jawa selain Gorontalo yang mampu memproduksi jagung dalam jumlah besar. Seluruh jagung produksi Lampung terserap untuk pabrikan pakan ternak, unggas, dan ikan.

Meskipun produksi sudah meningkat, jumlah produksi jagung Lampung sering tak mampu memenuhi kebutuhan pabrikan pakan ternak. Karena itu, pabrikan tercatat masih sering mengimpor jagung untuk bahan baku.

Meski pada padi dan jagung Dinas Pertanian mencatat adanya peningkatan produksi, kondisi demikian tidak terjadi pada kedelai. Produksi kedelai 2007 cenderung turun sebagai dampak menurunnya luas lahan panen.

Dinas Pertanian Lampung mencatat penurunan luas lahan panen kedelai 2007 sebesar 296 hektar atau minus 9,37 persen. “Diperkirakan, petani banyak yang beralih menanam jagung,” katanya.

Produktivitas per hektar juga tercatat turun dari 11,38 ton kedelai kering per hektar jadi 11,32 ton kedelai kering per hektar. Dampaknya, pada tahun 2007 ini Lampung hanya mampu memproduksi 324.000 ton kedelai atau turun 9,58 persen dibandingkan produksi 2006 sebesar 359.400 ton kedelai kering. (hln)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s