Benih Padi Palsu Meluas di Sumatera Selatan

Sumber Kompas

Palembang, Kompas – Kepolisian Daerah Sumatera Selatan menduga, pemakaian benih padi palsu sudah meluas di sejumlah kabupaten di provinsi itu. Polisi sudah menerima laporan dan pengaduan resmi dari pihak Unit Pelaksana Teknis Daerah atau UPTD Pembenihan Tanaman Pangan Sumatera Selatan.

Kasus pemalsuan benih saat ini sedang dalam proses penyelidikan polisi. Tim penyelidik gabungan dari Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel dan Kepolisian Resor (Polres) Banyuasin sudah mengumpulkan bukti benih-benih yang diduga palsu.

“Sampel bukti tersebut meliputi satu kantong benih padi Ciherang berukuran lima kilogram, dan sejumlah dokumen pembenihan dari pihak UPTD,” kata Komisaris Besar Abusopah, Kepala Bidang Humas Polda Sumsel, Rabu (7/11).

Jika perkiraan banyak beredarnya benih padi palsu itu benar, program peningkatan produksi beras diperkirakan sulit tercapai.

Petani padi di Kabupaten Banyuasin, Sumsel, gagal panen karena memakai benih palsu. Mereka memakai benih palsu karena benih bantuan pemerintah terlambat dibagikan (Kompas, 7/11).

Abusopah menyebutkan, kasus ini sedang masuk tahap penyelidikan kepolisian. Polda Sumsel telah membentuk tim gabungan dengan Polres Banyuasin, karena tempat kejadian perkara ada di beberapa desa di Kecamatan Pangkalan Balai, Banyuasin.

“Diduga kuat, benih padi palsu sudah beredar luas ke berbagai kabupaten/kota di Sumsel, sehingga penanganannya perlu terpadu. Jika tidak segera dituntaskan akan lebih banyak lagi petani yang mengalami kerugian,” ujar Abusopah.

Dian Utama, Kepala UPTD Pembenihan Tanaman Pangan Sumsel, menjelaskan, benih padi palsu yang ditemukan bukan benih bantuan pemerintah. Benih palsu itu diproduksi perusahaan swasta di Jawa dan dijual bebas di setiap toko pertanian.

Dian menambahkan, benih padi palsu awalnya ditemukan di kawasan Kalidoni, Palembang, pada 30 Oktober 2007. Benih itu dibawa oleh seorang perempuan setengah baya yang mengaku sebagai penjual benih dan pupuk.

Benih bantuan buruk
Kualitas benih padi bantuan pemerintah pusat untuk Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, di beberapa kecamatan juga sangat buruk. Setelah disemai dan ditanam baru diketahui bahwa di dalam satu kantong benih ternyata berisi beberapa jenis padi.

Sejumlah petani di Kecamatan Cicurug, Kecamatan Parungkuda, dan Kecamatan Cidahu, Rabu, mengungkapkan, dari benih bantuan satu kantong tumbuh padi jenis Ciherang, ketan, ketan hitam, dan beras merah.

Udin (46), petani di Desa Tenjolaya, Cicurug, mengatakan, bercampurnya berbagai jenis padi dalam satu kantong benih membuat pekerjaan petani bertambah. Mereka harus mencabut terlebih dahulu benih jenis ketan yang dapat diketahui sejak dini.

Petugas penyuluh lapangan Kecamatan Cicurug Dewi Anggraeni mengatakan, masalah akan timbul saat padi tersebut digiling, karena baru akan diketahui bahwa banyak jenis padi yang ditanam dalam satu lahan.

Bupati Sukabumi Sukmawijaya mengaku belum mendapat laporan tentang kasus itu. (oni/aha)

One response to “Benih Padi Palsu Meluas di Sumatera Selatan

  1. penyebarluasan benih palsu yang akhir-akhir ini sedang maraknya dapat membuat para petani rugi dan mengakibatkan kesejahteraan petani pun semakin memburuk. saya berharap kepada pemerintah, distan dan segenap kalangan dari berbagai lembaga dapat menangani kasus tersebut serta bagaimana cara membedakan benih palsu dengan benih pada umumnya.terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s