Waspadai Krisis Pangan 22 Provinsi

Sumber Kompas Jumat, 04 Januari 2008

Beras Bulog yang Dipasok ke Korban Banjir 1.780 Ton

Jakarta, Kompas – Krisis pangan dan kebutuhan pokok bisa terjadi setidaknya di 22 provinsi yang bukan penghasil beras. Itu perlu diwaspadai karena bencana banjir di beberapa daerah, tingginya gelombang air laut, dan naiknya harga minyak di pasar dunia bisa menghambat kelancaran transportasi nasional.

Hal itu akan mengganggu distribusi bahan makanan ke daerah-daerah tersebut. Demikian dikatakan dikatakan Deputi Bidang Koordinasi Pertanian dan Kehutanan sekaligus Staf Ahli Menko Perekonomian Bidang Penanggulangan Kemiskinan Bayu Krisnamukti di Jakarta, Kamis (3/1).

“Yang menjadi masalah adalah transportasi. Kalau di darat terjadi banjir, lalu di laut gelombang tinggi, dan harga minyak berubah sangat tinggi, itu akan menyebabkan armada kapal laut mengurangi intensitas pelayaran antarpulaunya,” ujar Bayu.

Menurut dia, di Indonesia hanya ada 11 provinsi yang mengalami surplus beras, yakni lima provinsi di Pulau Jawa (kecuali DKI Jakarta), Bali, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat.

Sementara itu, 22 provinsi lainnya harus menunggu pasokan beras dari 11 daerah penghasil beras itu. Pasokan beras nasional bisa terganggu karena pada tahun 2008 diperkirakan akan terjadi kelebihan air akibat pengaruh iklim LaNina yang membawa banyak sekali hujan.

Curah hujan akan sangat tinggi pada Januari dan Februari 2008. Kondisi itu mengharuskan adanya perhatian khusus karena penanganan areal sawah yang tergenang banjir akan jauh lebih sulit dibandingkan dengan penanganan akibat kekeringan seperti yang dialami akhir tahun 2006 hingga awal tahun 2007.

Kewaspadaan harus diarahkan pada kemungkinan penurunan mutu beras akibat terendam air terlalu lama.

Selain itu, produksi beras bisa merosot karena pada kondisi banjir, prioritas petani akan menyelamatkan diri dan keluarganya terlebih dahulu, sedangkan lahan sawahnya akan dibiarkan. Jika produksi merosot, dikhawatirkan harga beras akan naik.

“Kemungkinan produksi beras belum terpengaruh karena masa panen baru berlangsung Februari atau Maret 2008. Saat ini memang belum mengkhawatirkan karena dari 11 juta hektar areal produksi beras, yang dilanda banjir mencapai 50.000 hektar,” ujar Bayu.

Daerah banjir
Bayu menegaskan, pasokan beras perlu diperhatikan karena beberapa daerah di Pulau Jawa menjadi korban banjir hingga harus mendapatkan pasokan beras dari Perum Bulog.

Total beras Bulog yang sudah dipasok bagi korban banjir di Jawa Tengah dan Jawa Timur mencapai 1.780 ton. Itu dibagikan ke Jawa Tengah sebanyak 830 ton dan Jawa Timur 950 ton.

“Di Jateng antara lain dibagikan ke Kabupaten Blora, Pati, Sragen, Karanganyar, dan Wonogiri masing-masing sebanyak 100 ton, lalu untuk Surakarta 57 ton, serta Kutoarjo, Boyolali, dan Pemalang masing-masing 20 ton,” kata Bayu. (OIN)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s