Panen Kurang Bagus

Petani Keluhkan Harga Gabah yang Terus Turun

Sumber Kompas

Senin, 10 Maret 2008 | 01:51 WIB

Palembang, Kompas – Anomali cuaca memengaruhi pertumbuhan dan produktivitas tanaman di beberapa sentra padi di Sumatera Selatan sehingga kualitas hasil panen tidak maksimal. Hasil panen yang kurang bagus ikut menyebabkan harga gabah kering panen dan gabah kering giling menurun.

Habib Imam, petani Desa Sukajadi, Kabupaten Banyuasin, Minggu (9/3) siang, bersama puluhan petani sudah memulai panen padi. Sejak datangnya musim hujan, panen kali ini merupakan yang pertama kalinya berlangsung di Sukajadi dan sekitarnya.

Meski sudah menanam pada musim yang tepat, Imam mengaku kualitas panen padi miliknya tidak maksimal. Itu terjadi karena cuaca yang menghambat pertumbuhan dan produktivitas padi. ”Walaupun menanam pada musim hujan, sebagian besar sawah tadah hujan tidak cukup mendapat air. Hasil panen kurang bagus,” kata Imam.

Ia mengemukakan, kualitas panen musim tanam ini yang kurang bagus, terlihat dari tidak utuhnya bulir padi. Sebagian bulir padi ada yang tidak utuh dan berwarna kekuningan. Kualitas kurang bagus inilah yang membuat harga gabah anjlok.

Imam menambahkan, pengepul yang baru saja mendatangi lokasi panen di Sukajadi hanya berani menawar gabah panen di bawah Rp 2.000 per kilogram. (kg). Oleh karena itu, Imam memilih menyimpan hasil panen.

Wanandi (34), petani lain dari Sukajadi, mengatakan pula, turunnya kualitas panen juga disebabkan petani di wilayah itu sempat kekurangan pupuk SP-36 dan Phonska. Kekurangan suplai pupuk ini terjadi hampir sebulan selama berlangsungnya musim tanam padi. ”Akibatnya, pertumbuhan dan perkembangan tanaman kurang maksimal. Padahal, pupuk tersebut berguna untuk merangsang pertumbuhan padi,” katanya.

Wanandi juga belum mau menjual gabah hasil panen karena harga masih rendah. Ia masih menunggu penetapan harga pembelian pemerintah 2008.

Wakil Ketua KTNA Sumatera Selatan Jhum Perkasa menambahkan, tidak semua hasil panen di sentra padi Sumatera Selatan kurang bagus. Sawah yang memiliki sistem pengairan baik, seperti di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, hasil panennya masih baik. Akan tetapi, Jhum membenarkan ada sebagian sentra padi yang panennya kurang bagus.

Harga turun
Beberapa petani di Kelurahan Siwalan, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, Jawa Tengah, juga mengeluhkan harga gabah yang turun saat panen. Sugianto (53), petani di Siwalan, mengatakan, harga gabah kering panen turun dari Rp 200.000 satu bulan lalu menjadi Rp 150.000 per kuintal. Harga itu ditentukan tengkulak. Sebagian petani memilih menyimpan gabah hasil panen mereka. (oni/tht/hln/A03)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s