Aksi Mogok Petani Sudah 20 Hari

Sumber Kompas

Kamis, 3 April 2008 | 00:55 WIB

Buenos Aires, Rabu – Presiden Argentina Cristina Fernandez mengecam aksi mogok para petani Argentina yang hingga Selasa (1/4) lalu memasuki hari ke-20. Aksi mogok para petani ini mengingatkan kejadian serupa pada tahun 1976 yang menimbulkan kerusuhan dan berakhir dengan aksi kudeta militer.

Berbicara di hadapan lebih dari 20.000 pendukungnya yang berkumpul di luar istana kepresidenan di Buenos Aires, Fernandez mendesak para petani mengakhiri aksi mogok dan tindakan memblokade ratusan jalan raya di negara Amerika Latin itu. Para petani ini mogok menolak kenaikan pajak ekspor, termasuk ekspor produk pertanian.

”Apakah bagus jalan raya diblokade sehingga membuat pangan tak bisa dipasok ke pasar?” ujar Fernandez dalam nada marah. Ia menambahkan, taktik menekan seperti itu tidak bisa efektif di era demokrasi.

Aksi mogok para petani Argentina sudah memasuki hari ke-20 pada Selasa lalu. Mereka memblokade 300 jalan raya dan sudah berlangsung berminggu-minggu menghambat pasokan produk pertanian ke kota-kota.

Rak-rak di pasar serba ada kosong dan menghambat ekspor produk-produk kunci. Aksi ini menimbulkan krisis terbesar bagi Fernandez sejak dia berkuasa pada Desember 2007 lalu.

Aksi mogok petani, terutama petani kecil, Argentina ini sebagai ungkapan penolakan dekrit presiden 11 Maret lalu yang menaikkan pajak ekspor kedelai dari 35 persen menjadi 45 persen. Fernandez juga menerapkan pungutan baru bagi produk pertanian ekspor lainnya untuk menekan inflasi.

Fernandez menegaskan, para petani telah menyebabkan ”kelangkaan pangan” seperti pada tahun 1976 yang membawa tragedi terburuk pada Argentina. Kondisi ini mengundang aksi kudeta dan pemerintahan diktator militer selama tujuh tahun.

Perempuan presiden ini menuduh petani melakukan kampanye melalui media lokal guna meraih dukungan dari seluruh Argentina. ”Saya tak pernah melihat serangan yang begitu hebat kepada pemerintahan dalam periode yang pendek, penuh penghinaan,” ujar Fernandez.

Pidato Fernandez di depan 20.000 pendukungnya ini menandai perseteruan sengit pemerintah dan petani. Penegasan ini sehari setelah pemerintahan Fernandez menawarkan konsesi yang menguntungkan kepada sedikitnya 62.000 petani kecil, termasuk subsidi transportasi, kredit bagi petani susu, dan keringanan pajak bagi petani kedelai berskala kecil.

Kelompok petani mengatakan, mereka belum segera mengeluarkan pernyataan menanggapi Fernandez. Mereka baru membuat pernyataan pada Rabu waktu setempat, tanggal akan diputuskan apakah akan terus mogok.

Alfredo De Angelis, pemimpin aksi mogok yang berhaluan keras, mengecam tuduhan presiden bahwa petani bersekutu dengan militer dalam aksi mogok tahun 1976 yang berakhir dengan aksi kudeta sebulan kemudian. ”Kami bukan sebuah komplotan kudeta,” ujarnya dari lokasi memblokade jalan raya di timur laut ibu kota Buenos Aires.

Hari Selasa, Menteri Dalam Negeri Argentina Florencio Randazzo mengingatkan bahwa pemerintah kian khawatir dengan aksi protes ini. ”Tidak ada alasan bagi masyarakat di pedesaan untuk terus mogok,” ujarnya.

Namun, para pelaku pemogokan mengatakan, mereka tak akan membiarkan kelangkaan produk berlanjut. Mereka selalu membiarkan mobil, bus, dan truk yang membawa produk nonpertanian lewat. (Reuters/AFP/ppg)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s