Petani Simpan Gabah

Sumber Kompas

Kamis, 3 April 2008 | 01:19 WIB

Jantho, Kompas – Harga jual gabah kering panen yang semakin turun membuat petani enggan melepas gabah ke pasaran. Harga jual saat ini tidak cukup untuk modal musim tanam yang akan datang. Petani di Nanggroe Aceh Darussalam memilih menyimpan hasil panen dan menunggu hingga harga jual gabah membaik.

Beberapa petani yang ditemui di Desa Lampuja, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar, NAD, sepanjang pekan ini menyatakan memilih menyimpan hasil panen karena harga jual saat ini menurun drastis.

Har (40), petani di Lampuja, mengungkapkan, saat ini harga jual gabah di pasaran Rp 2.400- Rp 2.500 per kilogram (kg). ”Padahal, di awal panen Maret lalu, harga Rp 3.400-Rp 3.600 per kg. Jadi, lebih baik disimpan. Kalau butuh, baru dijual,” katanya.

Muhammad (60), warga Kemukiman Tungkop, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar, menyatakan hal yang sama. Harga saat ini tidak cukup untuk modal musim tanam yang akan datang.

Kepala Badan Urusan Logistik Divisi Regional Nanggroe Aceh Darussalam Nasrun Rahmani menyatakan tidak akan membeli gabah petani di atas harga pembelian pemerintah yang Rp 2.000 per kg.

Harga beras tetap
Di sentra produksi padi Kabupaten Karawang, Jawa Barat, harga beras relatif tetap saat panen raya. Harga beras kualitas medium Rp 4.200-Rp 4.300 per kg dan kualitas super Rp 4.500 per kg.

Ali Fahrozi (40), pedagang beras di Jalan Stasiun Cikampek, Kecamatan Cikampek, Rabu (2/4), mengatakan, kadar air serta kadar hampa gabah hasil panen musim ini relatif tinggi sehingga sebagian pedagang menunda pembelian. Rendemen gabah hasil panen petani musim ini anjlok dari 60-63 persen menjadi 50-52 persen dengan kadar air 15,5 persen.

Kondisi itu menyebabkan pengadaan beras Bulog seret. Dari 19.000 ton target pengadaan beras Perum Bulog Subdivre Karawang pada Maret 2008, yang terealisasi baru 7.500 ton.

Tingginya kadar air membuat ongkos produksi meningkat. Para bandar atau pemilik penggilingan terpaksa menggunakan alat pengering. Apabila biaya pengeringan menggunakan sinar matahari Rp 30-Rp 50 per kg gabah, dengan mesin ongkosnya Rp 150 per kg gabah.

Harga gabah kering panen di Kabupaten Indramayu juga tetap Rp 2.300-Rp 2.400 per kg. ”Harga belum anjlok, tetapi untuk yang kadar air di atas 20 persen, harganya Rp 160.000 per kuintal,” kata Bilal (35), petani di Desa Tulungagung, Kecamatan Kertasemaya.

Saat ini, kata Tomo (26), bandar gabah dari Desa Bondan, Kecamatan Kertasemaya, harga pembelian gabah kering panen dari petani masih di atas harga Bulog. Harga gabah petani yang kering dan siap giling Rp 2.300 per kg, sedangkan harga gabah basah Rp 1.800 per kg.

Menurut Kepala Bulog Subdivre Indramayu Surasno, penyerapan beras dari petani saat ini 9.096 ton atau 15,1 persen dari target penyerapan Subdivre Indramayu sebanyak 60.000 ton.

Meskipun demikian, petani dan pedagang di Kabupaten Bandung khawatir harga gabah akan anjlok saat panen raya. Sebaliknya, harga bahan pokok lain melonjak.

Anwar, petani di Soreang, Kabupaten Bandung, khawatir harga gabah kering panen turun di bawah Rp 2.000 per kg saat panen raya. Harga bisa makin anjlok bila kadar air gabah tinggi akibat banjir atau proses pengeringan terkendala cuaca.

Oleh karena itu, banyak petani memilih waktu penanaman berbeda agar panen tidak bersamaan. ”Akan tetapi, hal itu bukan tanpa risiko. Penanaman tidak serempak rentan diserang hama,” ujar Anwar.

Menurut Ade, pedagang beras di Pasar Antri Cimahi, pada panen raya ini harga beras kelas III Rp 4.200 per kg, turun dari harga sebelumnya Rp 4.500 per kg. Sementara harga beras kelas II Rp 4.800 per kg, sebelumnya Rp 5.200 per kg. (MHD/MKN/THT/ELD/CHE)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s