Harga Beras Pecahkan Rekor Baru

Sumber Kompas | Jumat, 25 April 2008 | 01:40 WIB

Bangkok, Kamis – Harga beras Thailand yang menjadi patokan harga beras dunia naik hingga 1.000 dollar AS per ton, Kamis (24/4). Kenaikan ini meningkatkan kekhawatiran di banyak negara.

Beberapa analis mengatakan, kenaikan harga beras lebih didorong kepanikan masyarakat, yang juga menghinggapi pemerintahan banyak negara. Kepanikan turut mendorong pembelian disertai penimbunan untuk keuntungan pada saat suasana sedang keruh.

Beberapa pebisnis beras mengatakan, harga beras Thailand dapat melonjak hingga 1.300 dollar AS per ton karena lebih banyak permintaan dari importir, terutama Filipina.

Gejala kepanikan juga terjadi di Amerika Serikat. Sam’s Club, salah satu unit dari jaringan besar Wal-Mart, terpaksa membatasi pelanggan yang hanya boleh membeli beras maksimum empat kantong masing-masing berisi 9 kilogram dalam satu kali belanja.

Secara fundamental, pasokan relatif memadai. ”Namun, di mana-mana terdengar kisah kelangkaan pangan, penimbunan, dan kurang pasokan,” ujar Neauman Coleman, analis beras pada perusahaan perdagangan beras di Brinkley, Arkansas, AS.

Harga beras Asia dapat terus naik hingga 10-15 persen karena pembeli dari Afrika terus memborong beras. Namun, permintaan beras akan sedikit menurun pada akhir tahun, kata beberapa pedagang beras internasional.

Tak perlu panik
Brasil adalah negara terakhir yang mengumumkan menghentikan ekspor beras sementara, mengikuti langkah India dan Vietnam. Thailand yang menguasai hampir sepertiga perdagangan beras internasional berulang kali menyatakan tidak akan membatasi ekspornya.

Bank Dunia dan Uni Eropa (UE) mengkritik pembatasan ekspor karena memperburuk kelangkaan pangan. Jepang dan UE sudah mengindikasikan penghukuman lewat Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) kepada negara yang membatasi ekspor.

Dari Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, masyarakat tidak perlu gamang menghadapi krisis pangan. Indonesia memiliki potensi lahan yang bisa dipakai untuk meningkatkan produksi. ”Tidak perlu gamang, cemas, atau takut,” kata Yudhoyono.

Presiden sudah memerintahkan jajaran pemerintah pusat mengecek peruntukan lahan. Menurut Presiden, ada 1,7 juta hektar tanah yang sudah ada hak guna usaha (HGU)-nya, tetapi kenyataan di lapangan tidak diolah dan digunakan. Terkait hal ini, Presiden memerintahkan menteri, gubernur, dan wali kota untuk menertibkan lahan-lahan yang menganggur itu dan selanjutnya dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi pangan.

Presiden meminta semua daerah meningkatkan produksi pangan. ”Tahun 2007 para gubernur dengan pemerintah pusat sudah bersepakat meningkatkan lagi produksi beras sebanyak 2 juta ton dari produksi normal. Meskipun masih ada banjir karena cuaca dan faktor lain, produksi padi tahun 2007 baik, bahkan peningkatan terbaik dalam 10 tahun terakhir,” kata Presiden.

Deputi Menko Perekonomian Bidang Pertanian dan Kelautan Bayu Krisnamurthi mengatakan, subsidi di sektor pertanian terus meningkat seiring kenaikan harga gas dan harga pangan. Tahun ini total anggaran subsidi sektor pertanian Rp 23 triliun, naik dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya Rp 19 triliun. (AFP/AP/JOE/CAS/FUL/MAS)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s