Super Toy HL-2 Belum Lolos Uji Kelayakan

Sumber Kompas | Sabtu, 6 September 2008 | 03:00 WIB

Padi Super Toy HL-2 belum bisa disebut varietas baru, melainkan calon varietas. Jenis padi itu belum lolos uji kelayakan dan uji unggul mutu sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 37 Tahun 2006 tentang Pengujian dan Pelepasan Tanaman Varietas Baru.

Hal itu dinyatakan Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Provinsi Jawa Tengah Aris Budiono, Jumat (5/9) di Kota Semarang. Penanaman padi Super Toy HL-2 di Desa Grabag, Kecamatan Grabag, Purworejo, dilakukan tanpa melibatkan Dinas Pertanian Provinsi Jateng maupun Dinas Pertanian Purworejo.

Hal serupa dikemukakan Ketua Badan Benih Nasional yang juga Dirjen Tanaman Pangan Departemen Pertanian Sutarto Alimoeso. Keunggulan calon varietas, seperti produktivitas, sifat tanaman, ketahanan terhadap hama penyakit, harus diuji agar layak untuk diperdagangkan. Benih varietas baru juga harus mendapat sertifikat dari Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih sebelum dijual kepada petani. Hal ini untuk melindungi petani agar tidak tertipu. Memperdagangkan calon varietas bertentangan dengan UU No 12/1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman.

Meski belum menjalani pelepasan varietas, Super Toy HL-2 boleh ditanam petani, tetapi sifatnya uji multilokasi, tidak dijual atau petani dipaksa menanam.

Menurut Aris, dari areal tanaman padi Super Toy HL-2 seluas 103 hektar di Grabag, sekitar 72 ha gagal panen. Sisanya bisa panen, tetapi hasilnya hanya 1,3 ton per hektar.

Bupati Purworejo Kelik Sumrahadi, Jumat, menyatakan, Pemkab Purworejo tidak pernah ikut campur tangan dalam kesepakatan antara PT Sarana Harapan Indopangan (SHI) dan petani. ”Kami hanya membantu mengawasi jalannya proyek penanaman percontohan Super Toy HL-2 di lahan milik masyarakat,” ujarnya. Pengawasan melibatkan dinas pengairan serta dinas pertanian dan peternakan.

Menurut Kelik, tahun 2007 PT SHI memaparkan rencana penanaman percontohan Super Toy HL-2 di Purworejo. Ia yang pernah jadi Kepala Desa Grabag selama 29 tahun mengusulkan desa itu sebagai lokasi percontohan. Ia juga kerap hadir dalam acara sosialisasi PT SHI, tetapi tak memberikan instruksi apa pun.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Purworejo Jumali mengatakan, pihaknya sedang mendata total kerusakan dan gagal panen yang diderita petani. Data akan diajukan ke pemerintah pusat untuk mendapatkan bantuan benih padi IR-64 atau Ciherang.

Januari 2008, padi Super Toy HL-2 ditanam di areal 103 ha yang digarap 449 petani. PT SHI menjanjikan padi ini mampu menghasilkan 14,6 ton gabah kering panen (GKP) per hektar. Namun, saat panen perdana, rata-rata petani hanya memanen 3,5 ton GKP per hektar.

Sukinah (37), salah seorang petani, mengatakan, sejak awal sudah meragukan keunggulan yang dipaparkan PT SHI. ”Namun, PT SHI menyatakan padi ini wajib kami tanam,” katanya.

Pada panen April lalu, ia hanya mendapat 5 kuintal GKP dari 0,3 ha sawahnya. Padahal, pada musim hujan, produksi GKP padi jenis IR-64 mencapai 1 ton. Pada musim panen September ini, ia hanya mendapat 2 kuintal, padahal kalau IR-64 mendapat 8,5 kuintal GKP. Hal yang sama dialami Saeroji.

Adapun petani Danu mengaku sama sekali tak memiliki gabah di rumah karena satu hektar sawahnya gagal panen. ”Untuk mencukupi kebutuhan makan sehari- hari, saya terpaksa utang tetangga,” ujarnya.

Kepada wartawan di Jakarta, CEO PT SHI Iswahyudi mengaku tak tahu mengapa padi Super Toy HL-2 gagal dalam panen kedua. Ia berjanji menyelesaikan masalah itu dengan petani dalam satu minggu.

”Pesan dari Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono), tak boleh ada petani dirugikan karena proyek ini. Selesaikan paling lambat minggu depan bekerja sama dengan Bupati Purworejo,” ujar anggota staf khusus Presiden, Heru Leolono, yang juga Komisaris Utama SHI pada kesempatan sama.

Soal keterlibatan Presiden dalam panen raya padi Super Toy di Desa Grabag April lalu, Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng mengemukakan, Presiden hanya memenuhi undangan.

Wapres Muhammad Jusuf Kalla di Istana Wapres menyatakan, PT SHI harus bertanggung jawab. (WHO/MAS/EGI/INU/HAR)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s